Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
DaerahOlahraga

Tim Softball Putri Harap Perhatian Pemda Sultra Usai Rebut Perak di PON XX Papua

×

Tim Softball Putri Harap Perhatian Pemda Sultra Usai Rebut Perak di PON XX Papua

Sebarkan artikel ini

Faktual.Net, Kendari, Sultra. Sejarah baru di ajang Pekan Olahraga Nasional XX Papua tahun 2021, pertama kalinya cabang olahraga (cabor) tim softball putri Sulawesi Tenggara (Sultra), yang ditutunkan pengurus Komite Nasional Olahraga Nasional Indonesia (KONI-Sultra), langsung persembahkan medali perak. Hal ini diungkapkan salah satu tim pelatih tim softball putri Sultra, Syaiful Nurdin, Minggu, 24/10/2021, di Kendari.

Prestasi yang membanggakan ini, menurut Ipul sapaan akrab Syaiful Nurdin tak luput dari perhatian semua pihak, utamanya Pemda Sultra, pengurus KONI Sultra, serta yang tak kalah pentingnya adalah semangat tim atlet softball putri itu sendiri.

Pasang Iklanmu
Pasang Iklanmu

“Ini sejarah baru softball putri yang baru diikutkan di PON langsung dapat rekor medali perak, ternyata anak-anak baru ini punya bakat yang luar biasa,” ungkap Saiful Nurdin yang turut mendampingi anak latihnya selama sebulan penuh di Papua.

Ia berharap, paska persembahkan medali perak yang telah mengharumkan nama Sultra di PON XX Papua, cabor softball putri tersebut, tetap mendapat perhatian serius dari pemerintah Sultra, utamanya pelatihan dan pembinaan. Sebab anak-anak baru yang dimaksud oleh Syaiful Nurdin, yang baru diterjunkan di cabor softball putri ini adalah berlatar belakang bukan dari bakat softball itu sendiri melainkan dari jenis olahraga lain, seperti atlet sepeda dan atlet lainnya.

Tim.Softball Putri Sultra Persembahkan Perak di PON XX Papua

Syaiful Nurdin, kini selain sebagai salah satu tim pelatih softball putri Sultra, juga merupakan mantan atlet softball putra, yang pernah memperkuat timnas di Asia Cup tahun 2016 di Malaysia meraih medali emas, juga pernah mengantar tim Indonesia ke Word Cup di Jepang tahun 2012 silam, serta meraih perak di SEA Games Singapura tahun 2015. Pria yang sehari-hari bertugas sebagai anggota Intel Propam di Mapolda Sultra itu melihat potensi tim softball putri Sultra layak diperhitungkan, selain mendapat perhatian dari Pengurus Besar Softball KONI Pusat.

“Pantauan Pengurus Besar Softball selama di PON Papua, tim softball putri Sultra ini hampir limapuluh persen squad, jadi mereka potensi dan layak diperhitungkan,” ungkap Syaiful Nurdin.

Salah satu dari lima belas orang atlit softball putri Sultra, Sitti Aisyah Uzwatun, mengungkapkan perasaan bangga persembahkan medali perak bagi Sultra, beda tipis dari tuan rumah Papua dengan skor 6-7 saat final.

Baca Juga :  GMNI Kendari Minta Polda Sultra Ambil Alih Kasus Dugaan Penganiayaan Anak oleh Dua Polisi di Wakatobi

Merebut medali perak itu, Tim softball putri Sultra harus melawan enam tim provinsi lain yaitu, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kalimatan Tengah, Papua Barat, serta tuan rumah Papua sendiri yang bertemu tim softball putri Sultra sebanyak tiga kali di babak penyisihan, semifinal, dan final.

Mahasiswa FISIP UHO semester depalan ini berharap ia dan rekan-rekan tim softball putri Sultra nantinya bisa tampil maksimal lagi dengan dukungan dan perhatian semua pihak.

“Mudah-mudahan softball putri Sultra bisa membanggakan lagi, kalau bisa dapat emas di PON mendatang Insya Allah,” ungkap remaja kelahiran Kolaka 9 April 1999 ini, yang biasa dipanggil Nino.

Menurut Aisyah, untuk mencapai keberhasilan meraih medali perak itu, sejumlah pengorbanan diperlukan namun hasilnya tidak sia-sia, contohnya ia sendiri selama lebih dari satu semester, meninggalkan sejumlah aktivitas utama seperti tidak mengikuti perkuliahan, begitu juga rekan lainnya, yang rata-rata pelajar dan mahasiswa, sebab mereka diasramakan disatu tempat di Kendari selama 3 bulan, di Makassar selama 3 bulan dan di Papua sendiri hampir satu bulan lamanya sebelum pembukaan PON XX.

Saat ini ia dan rekan-rekan, diberi waktu dua minggu berkumpul bersama keluarga masing-masing sebelum akhirnya dikumpulkan lagi untuk mengikuti latihan menuju kejuaraan berikutnya pada bulan Desember tahun 2021 di Jakarta. Aisyah sendiri pulang kampung ke Desa Unamenda Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka, untuk berziarah ke makam Ayahandanya. Ia pun berharap Pemda Kolaka ada perhatian dalam bentuk non materi, sebab baginya perhatian dari KONI Sultra sudah cukup.

“Semoga pulang kampung, ada undangan dari Pemda Kolaka, bukan berarti harus di kasi materi, tapi ini bentuk perhatian dan dukungan masing-masing daerah. Sebab KONI Sultra sendiri juga sudah memberikan perhatian, tiap anggota tim softball putri kemarin diberi uang saku empat juta rupiah,” urainya.

Nama-nama tim Softbal Putri Sultra :
1 . Sandra Gun
2 . Ayu lestari
3 . Fatima Hardi
4 . Intan nur Azizah
5 . Sitti Aisyah Uzwatun Hasanah
6 . Irene Maharani
7 . Sitti Fatimah Kadir
8 . Waode Siti Sartini
9 . Femi lourens
10 . Deliana Palaga
11 . Delisetiani
12 . Endang triatna
13 . Astriva Amalia
14 . Nurfitrah
15 . Dhea alvira Safitri

Seperti diketahui 14 cabang olahraga diturunkan Sultra pada PON XX Papua. Sultra berhasil merebut medali, 5 emas, 5 perak, 5 perunggu.

(RED)

Tanggapi Berita Ini