Faktual.Net, Kendari, Sultra. Rumor dugaan curang tim seleksi (timsel) calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kolaka dan Kolaka Timur semakin panas menjadi diskusi kelompok pro demokrasi (prodem) di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Salah satu kelompok prodem yang bersikukuh agar dugaan curang tersebut harus ditangani segera dengan langkah hukum adalah Jaringan Demokrasi Indonesia (JADI) Sultra. JADI Sultra yang digawangi oleh mantan Ketua KPU Sultra Hidayatullah,SH berpendapat bahwa mereka telah mengantongi cukup bukti dugaan kecurangan timsel.
Tidak hanya itu, JADI berpendapat bahwa KPU Sultra dan KPU RI sebagai lembaga yang menaungi timsel harus tegas mengambil sikap terhadap dugaan kecurangan timsel saat proses seleksi.
Terkait persoalan tersebut, Ketua KPU Sultra Dr. La Ode Abdul Natsir Moethalib menanggapinya dengan bijak. Melalui sambungan selulernya kepada Faktual.Net pada Rabu, 12/12/2018, Ojo sapaan akrab Ketua KPU Sultra mengatakan bahwa kewenangan untuk mengambil upaya hukum jika dugaan kecurangan tersebut terbukti berada ditangan KPU RI bukan berada di KPU Sultra.
Ojo mengatakan bahwa sejak dugaan kecurangan timsel terberitakan dimedia, KPU RI langsung mengambil sikap dengan melakukan investigasi ke Sultra serta mengumpulkan bukti-bukti.
“Teman-teman harus bijak memahami bahwa timsel yang bentuk adalah KPU RI bukan KPU Sultra, jadi yang punya kewenangan untuk mengambil sikap ketika timsel terbukti melakukan kesalahan adalah KPU RI bukan kami” kata Ojo.
“Dan KPU RI juga tidak tinggal diam menyikapi persoalan ini, sejauh ini KPU RI telah melakukan investigasi di Sultra serta mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan kecurangan timsel, seperti apa nanti kesimpulan KPU RI, kita sama-sama tunggu” terang Ojo.
Mantan Ketua KPU Kendari ini mengatakan bahwa secara pribadi dan secara kelembagaan dirinya sangat senang dengan keaktifan dari pegiat demokrasi di Sultra yang menunjukkan dedikasi mengawal proses seleksi calon anggota KPU Kolaka dan Kolaka Timur.
Dia menegaskan bahwa lembaganya selalu membuka diri bagi warga masyarakat maupun kelompok prodem untuk bersama-sama mengawal Pemilu 2019 di Sultra agar terselenggara dengan jujur dan adil, baik ditingkat pelaksanaan maupun ditingkat penyelenggaranya.
“Kami di KPU Sultra sangat membuka diri dengan teman-teman prodem baik yang telah resmi terdaftar sebagai pemantau maupun yang belum mendaftarkan diri, pemilu ini akan sukses apabila kita kawal beramai-ramai, tetapi ada hal-hal yang diluar kewenangan kami, salah satunya dugaan curang timsel karena ini domain KPU RI” tutup Ojo.















