Example floating
HukumKriminalMetropolitan

Ketua FWJ Korwil Jakarta Utara Kecam Arogansi Oknum Dit Pol Airud Polda Metro Jaya, Mencoreng Kinerja Kapolri dalam Usung Program PRESISI

×

Ketua FWJ Korwil Jakarta Utara Kecam Arogansi Oknum Dit Pol Airud Polda Metro Jaya, Mencoreng Kinerja Kapolri dalam Usung Program PRESISI

Sebarkan artikel ini

Faktual.Net, Jakarta Utara, DKI Jakarta – Ketua Forum Wartawan Korwil Jakarta Utara Djuli Asnawi mengecam arogansi dua oknum polisi Dit. Pol Airud Polda Metro Jaya. Hal ini berarti  dengan terpilihnya Kepala Kepolisian yang baru Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang ingin mewujudkan Polri yang PRESISI yang merupakan kepanjangan dari PREdiksi, responSILBILITAS dan transparanSI berkeadilan kembali tercoreng.

Tercoreng karena terjadi  kembali arogansi oknum Polisi Airud Cilincing yang bernama Slamet Istiyono bersama rekannya Muhammad Yusuf terhadap masyarakat yang bernama Ajit dan kawan-kawan. Peristiwa yang mencoreng citra Polri itu  terjadi  pada, Senin (22/03/2021) di Cafe Stadium Kojem (Kolong jembatan) Cilincing, Jakarta Utara.

“Kami Forum Wartawan Jakarta Korwil Jakarta Utara  mengecam keras  dua oknum polisi Airud Cilincing yang melakukan tindakan arogansi terhadap masyarakat yang mencoreng instansi Kepolisian Republik Indonesia. Dan Forum Wartawan Korwil Jakarta Utara  akan mengawal  permasalahan ini,” tegas Djuli Asnawi.

Ajid korban arogansi Polisi Airud

Saat Ajid dan kawan-kawan menikmati musik dari jam 13.00 – 14.30. Menurut Ajid keributan terjadi pada 14.15 WIB. Keributan terjadi  terpicu karena kawannya yang asyik berjoget saling bersenggolan dengan kawan-kawan pelaku.

Saat Slamet Istiyono masuk ke lokasi dimana kawan-kawannya tersenggol, Slamet Istiyono langsung masuk dan memukul kawan Ajit yang bernama Simon. Simon yang berdekatan dengan kawannya yang bernama Tole melerai sambil bekata, “Sudah bang, sudang bang, ini kawan saya,” ujarnya. Saat itu Tole juga terkena sasaran pemukulan oleh Slamet.

Ajid yang saat itu ada di lokasi tak luput dari sasaran Slamet Istiyono. Bahkan Slamet Istiyono  mengeluarkan pistol dan menodongkan pistol kepada Ajid dan kawan-kawan.  Ajid yang saat itu duduk dan hanya minum air mineral mengatakan, “Sudah bang kita happy saja ini temen-temen saya,” uangkapnya. Slamet Istiyono  saat itu menarik baju Ajid hingga robek, Ajit berontak. Slamet mengeluarkan kata-kata, “Lu sebagai  apa di sini?”  bernada geram. Ajid menimpali, “Saya di sini sebagai tamu saja dan  ga usah ribut,” tuturnya. Tiba-tiba Slamet Istiyono dan Muhammad  Yusuf yang juga oknum Polisi Airud Cilincing itu memukul Ajid.

Slamet dan Yusuf yang dalam keadaan sadar meski mengkonsumsi minuman keras sudah dua kali pindah cafe yaitu cafe 27 lalu pindah ke cafe Stadium. Setelah baku hantam terjadi dimana Ajit dan dua kawanya mengalami pengroyokan oleh Slamet Istiono dan kawan-kawannya.

Perlawanan  Ajid dan dua kawannya membuat Slamet Istiyono dan kawan-kawannya merasa terancam membuat Slamet Istiyono dan kawan-kawan mengeluarkan senjata api menodongkan senjata api dan berkata kepada Rustam dan Ajid, “Duduk kamu, duduk!” ujar Slamet Istiyono.

Ajit  menderita luka yang cukup serius akibat pemukulan yang dilakukan oleh Slamet Istiyono cs yang diduga juga menggunakan senjata api. Bahkan Ajid sempat berucar, “Jika mau tembak, tembak saja,” dan ditanggapi Slamet, “Oh begitu cara lu?” Lalu Ajid dan kawan-kawan keluar menunggu di luar.

Ajid dan kawan-kawan menunggu satu jam di luar cafe menanti  niat baik baik Slamet Istiyono dan kawan-kawan. Ajid menjaga kawan-kawan agar jangan masuk ke dalam cafe. Buser Polsek Cilincing pun sudah ada di lokasi. Slamet dan kawan-kawan keluar dari cafe dan saat itu mereka disergap kawan-kawan Ajit dan diserahkan kepada buser yang sudah ada saat itu.

Ajid pun turut dibawa ke Polsek Cilincing sebelum di bawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan visum dan mendapatkan 6 jahitan pada kedua luka di wajahnya.

Ajid selaku korban arogansi anggota polisi Airud itu berharap, “Saya meminta 2 pelaku dipecat dan dihukum karena bersikap terlalu arogan, bukannya melerai malah memicu keributan, terlebih di masa pandemi. Malah nampak pembiaran aparat terlebih di masa pandemi covid 19 ini,” paparnya.

Sampai berita ini diturunkan baik Kapolsek Cilincing maupun penyidik yang hendak ditemui   terkesan menolak. Hal inipun mendapat perhatian Ketua Forum Wartawan Korwil Jakarta Utara dan menyayangkan hal ini karena Kapolsek Cilincing bersikap tidak humanis.

Reporter : Sarwini

 

 

 

Tanggapi Berita Ini