Faktual.Net, Buton Tengah, Sultra – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah membagikan kurang lebih 1.200 masker kepada masyarakat, tenaga medis Puskesmas, serta para penjaga posko Siaga Covid-19.
Selain itu, para pengurus DPD PPNI juga membagikan 300 face shield (Pelindung wajah), serta 30 dus minuman suplemen yang dikhususkan untuk para tenaga medis di Puskesmas, maupun para penjaga posko Covid-19 yang berada di wilayah perbatasan dan titik penyeberangan. Kegiatan tersebut dimulai sejak 22 Mei dan rencananya sampai 25 Mei 2020 (Sehari paska lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah).
Ketua DPD PPNI Kabupaten Buton Tengah La Ode Yusni Rasyid Mahdi, SKM memimpin langsung proses pembagian masker, face shield serta minuman suplemen. Selain itu, pelaksanaan kegiatan tersebut turut dibantu oleh Sekretaris DPD PPNI Buteng Nanang Yuliana, S.Kep, Anggota DPD PPNI Buteng Asiruddin Akhmadi, serta para pengurus lainnya.
Kepada jurnalis Faktual.Net, Ketua DPD PPNI Buton Tengah La Ode Yusni Rasyid Mahdi, SKM mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian para perawat Buton Tengah terhadap sesama.
“Kami bagi-bagikan masker, face shield dan minuman suplemen ini tujuannya untuk mendukung pelaksanaan tugas bagi rekan-rekan tenaga medis dilapangan. Kami juga bagikan masker ke masyarakat, harapan kita semua tentunya untuk mencegah maupun memutus mata rantai penyebaran virus Corona,” ujarnya, Sabtu (23/5/2020).
Pria yang menjabat Kepala Puskesmas Sangia Wambulu ini juga mengapresiasi bantuan dari para donatur. Menurutnya, tanpa adanya donatur yang membantu secara suka rela maka kegiatan tersebut bisa dipastikan tidak terlaksana dengan baik.
“Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua donatur karena telah mengikhlaskan sebagian hartanya untuk pembelian APD tenaga PPNI di Buteng. Tentu bantuan ini demi keselamatan anggota PPNI khususnya dan seluruh tenaga kesehatan di Buteng pada umumnya,” ucapnya.
Reporter: Anto Buteng















