Faktual.net – GORONTALO – Pasca pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII, ruang publik dipenuhi beragam pernyataan dan klaim dari berbagai pihak. Banyak nama dan kelompok yang menyebut diri sebagai penentu keberhasilan ajang berskala nasional tersebut. Menanggapi riuhnya persaingan pengakuan itu, PT Qdua Sukses Mandiri bersama mitra strategisnya, Tekabe Transport, menjawab lewat tindakan nyata dan kerja tanpa henti.
Direktur Utama PT Qdua Sukses Mandiri, Stenliesanto Kiayi, menegaskan pihaknya tidak ingin terjebak perdebatan siapa yang paling berjasa. Baginya, bukti keberhasilan tak hanya terlihat saat acara puncak berlangsung.
“Kami tak sibuk membantah satu per satu klaim yang beredar. Bagi kami, ukuran keberhasilan adalah tamu benar‑benar terlayani sampai tuntas. Sampai hari ini kami masih melayani peserta dan pejabat dari berbagai daerah yang belum kembali ke asalnya,” ujar Stenli
Senada dengan itu, Pimpinan Travel Tekabe Transport, Didin Idrus, menyebut kerja sama kedua pihak dibangun atas tanggung jawab jangka panjang, bukan sekadar momen sesaat. Armada tetap beroperasi dan tim siaga penuh sebagai jawaban paling nyata atas segala pertanyaan masyarakat.
“Beragam klaim boleh bermunculan dari mana saja, tapi pelayanan yang terus berjalan sampai detik ini adalah bukti gotong royong kami. Kami ingin nama baik Gorontalo tetap terjaga meski acara utama sudah usai,” tegas Didin Idrus.
Hingga kini tim gabungan masih aktif menjemput, mengantar, para tamu yang nginap di hotel maupun rumah singgah warga dengan aman, tertib, dan nyaman. Langkah ini pun mendapat apresiasi warga, yang menilai kerja nyata jauh lebih berharga.
Reporter: Johan S/Ismail Gobel















