Example floating
Example floating
Berita

Gerak Cepat Camat Subah: Bongkar Drainase, Temukan Ban Bekas Jadi Biang Banjir Pantura

×

Gerak Cepat Camat Subah: Bongkar Drainase, Temukan Ban Bekas Jadi Biang Banjir Pantura

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Batang, Jateng – Jalur Pantura Celapar, Kecamatan Subah, sempat berubah menjadi “kolam dadakan” pada Rabu 4 Februari 2026 sore. Namun, berkat aksi sigap tim gabungan yang dipimpin langsung oleh Camat Subah, kemacetan panjang berhasil dihindari sebelum malam memuncak.

Genangan air setinggi lutut orang dewasa mulai mengepung area cekungan, tepatnya di depan Indomaret Celapar, sekitar pukul 16.30 WIB. Arus lalu lintas yang biasanya padat merayap seketika tersendat karena kendaraan harus berjuang menembus air.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Temuan Tak Terduga di Dasar Selokan
Menyadari ada yang tidak beres, Camat Subah Muhammad Yasin, langsung turun ke lapangan. Kecurigaannya terbukti saat petugas mengecek saluran drainase sedalam dua meter yang membentang di pinggir jalan nasional tersebut. Bukan sekadar sampah plastik biasa, petugas justru menemukan benda-benda yang tak seharusnya berada di sana.

“Penyumbatan drainase itu banyak ranting-ranting pohon dan ada juga bekas ban. Itu yang membuat aliran air tidak jalan,” katanya saat ditemui di Desa Clapar, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Rabu (4/2/2026) malam.

Kondisi air yang masih tinggi memaksa tim gabungan memutar otak. Tak hanya mengandalkan tenaga manusia untuk mengeruk sampah, pihak kecamatan segera berkoordinasi dengan Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk menyedot air menggunakan mesin alkon.

Baca Juga :  Tanpa Jeda! Usai Gelar Simulasi Kebakaran di RSUD H. Andi Depu, Damkar Polman Langsung Terjun Cari Korban Tenggelam di Sungai Maloso

Bahkan, demi mempercepat proses surutnya air yang terjebak di sisi utara jalan sepanjang 50 meter tersebut, petugas mengambil langkah darurat yang cukup ekstrem.

“Petugas mengambil langkah darurat dengan melubangi (bobok) marka tengah jalan. Langkah ini dilakukan agar air yang terjebak di sisi utara jalan bisa mengalir ke sisi selatan dan mempercepat surutnya genangan,” jelasnya.

Kerja keras tim hingga malam hari akhirnya membuahkan hasil. Setelah tumpukan ranting dan ban bekas berhasil dievakuasi, Muhammad Yasin memastikan bahwa saluran drainase kini sudah kembali berfungsi normal atau sudah kembali “plong”.

“Meski arus lalu lintas sempat tersendat karena kendaraan harus melambat, saat ini kondisi Jalur Pantura Celapar sudah kembali kondusif dan dapat dilalui dengan kecepatan normal,” ungkapnya.

Camat Subah pun menitipkan pesan penting bagi warga maupun pengguna jalan: jangan jadikan saluran air sebagai tempat sampah. Satu ban bekas saja sudah cukup untuk membuat jalur vital nasional lumpuh.

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit