faktual.net, Kendari, Sultra. Museum Sulawesi Tenggara (Sultra) adakan kegiatan Konservasi terhadap koleksi. Konservasi adalah perawatan koleksi museum yang dilakukan secara berkala dengan tujuan barang koleksi yang jumlahnya ribuan tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.
Kepala Seksi Museum, UPTD Museum dan Taman Budaya Sultra, Daud Topa’a, S.Sos.,MM mengatakan bahwa proses Konservasi dilakukan oleh pegawai Museum dengan melibatkan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Halu Oleo (UHO) dan Duta Museum.
Daud Topa’a menyebutkan bahwa Konservasi akan berlangsung selama 5 hari, dimulai dari tanggal 10 – 14 November 2025. Konservasi dilakukan minimal 3 bulan sekali terhadap koleksi yang sifatnya bergiliran.

Ditambahkannya juga bahwa tidak semua barang koleksi dapat di Konservasi sekaligus disebabkan begitu banyaknya artefak. Untuk kali ini hanya beberapa jenis koleksi saja yang dilakukan perawatan, yakni : Koleksi Keramik, Kapal Nelayan Suku Bajau, Tulang Ikan Paus dan Koleksi Mobil Antik Presiden.
“Konservasi untuk saat ini berupa keramik, replika kapal nelayan suku Bajau, tulang ikan paus biru, koleksi mobil presiden Suharto saat pertama kali berkunjung ke Sultra”, ucap Daud Topa’a kepada faktual.net.
“Ini kita lakukan setiap tiga bulan, tetapi tidak semua barang koleksi di rawat sekaligus sebab jumlahnya ada ribuan yang tersimpan digudang penyimpanan, kami rawat sebagian – sebagian berdasarkan jenis koleksi”, tambahnya.
Pantauan faktual.net, barang koleksi berupa keramik dikeluarkan dari gudang penyimpanan dan dicuci satu persatu. Proses pencucian dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindari terjadinya kerusakan pada barang koleksi. Pencucian dilakukan sesuai SOP museum, petugas diwajibkan menggunakan APBD.
Reporter : Aco RI













