faktual.net, Gowa, Sulsel- Keberadaan pos registrasi jalur pendakian Bulubaria, Dusun Pattiro, Desa Manimbahoi, Kecamatan Parigi, Gowa, membawah dampak positif perekonomian bagi warga sekitar.
Jalur pendakian Bulubaria dikunjungi ratusan wisatawan lokal maupun manca negara setiap pekannya. Hari Jumat, Sabtu dan Minggu adalah puncak wisatawan berkunjung melihat keindahan dari puncak Gunung Bulubaria yang merupakan anak Gunung Lompo Battang.
“Setiap pekannya diperkirakan hadir pengunjung sekitar 300 sampai 400 baik itu dari Makassar dan beberapa daerah lain di Sulsel, bahkan ada yang biasa dari luar negeri,” kata salah seorang pengelola pos regis Bulubaria, Minggu, (13/04/25).
Warga sekitar pun ketiban berkah meningkatnya perekonomian atas adanya pos registrasi, mengapa tidak. Warga menyediakan lahan parkir kendaraan atau tempat beristirahat bagi pengunjung sebelum melanjutkan petualangnnya.
“Kami tidak mematok harga parkir tapi memang sdantarnya itu Rp.5000, tapi kadang ada juga yang sudah kehabisan uang dan kami maklumi,” kata warga.
Menurut warga sekitar, biaya parkir di sekitar pos registrasi tidak menentu tergantung keihklasan pengunjung.
“Masalah parkir itu di luar tanggungjawab pengelola,” jelas Abdul Rahman salah satu warga setempat.
Ia menjelaskan bahwa biaya parkir tidak dikenakan karcis oleh pengelola, meski baru-baru ini ada tudingan bahwa ada dugaan pungutan liar (pungli) pada pengelolaan pos registrasi Bulubaria.
Sementara itu salahsatu aktivis media di Dusun Pattiro mengatakan bahwa pengelolaan jalur pendakian Bulubaria sudah sesuai SOP antara pengelola dengan BUMdes.
“Selama ini saya melihat standar operasionalnya sudah sesuai, baik itu dari tarif karcis, sekian persen masuk ke BUMdes, sekian masuk ke pengelola untuk biaya operasional, tidak ada yang salah, jadi kalau ada yang merasa ada kekeliruan dalam pengelolaannya silahkanlah datang investigasi langsung kita diskusi ” kata Anton.
















