Faktual.net – Jakarta Barat, DKJ – 11 April 2025 – Ketua Kagama Cirebon Raya, Heru Subagia, mengimbau publik untuk bersikap cerdas dan rasional dalam menyikapi polemik keaslian ijazah Presiden Joko Widodo dari UGM. Pernyataan ini disampaikan usai bertemu Ketua Bidang Hukum PP Kagama, Danang Girindrawardhana, di Jakarta di sela-sela Diskusi Hukum dengan topik yang menarik: “Isu-isu Terkini dalam Hukum Kekayaan Intelektual Indonesia” dengan menghadirkan Nara sumber Handi Nugraha, S.H., M.H. selaku Komisi Banding Merek, Ditjen HAKI Kemenkumham RI dan Sandy Oktavian, S.H., Konsultan Senior HAKI dengan dimoderatori oleh Y. Jimmy Mboe, S.H. selaku Koordinator Departemen Konsultasi dan Kolaborasi Bidang Hukum PP Kagama.
Heru menekankan kredibilitas UGM dan meminta masyarakat memahami hal tersebut. Aksi penyampaian aspirasi terkait isu ini rencananya akan digelar pada 15 April di UGM, melibatkan tokoh-tokoh seperti Rismon Hasiholan Sianipar dan Roy Suryo.
Heru menyebut aksi tersebut sebagai ekspresi demokrasi, namun menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas data pejabat publik. Ia membandingkan dengan kasus serupa yang dialami Barack Obama, yang disebut sebagai konflik ideologi dan permainan politik.
Heru berharap semua pihak bersikap bijak dan tidak terjebak sentimen, agar tidak memperuncing perpecahan.
Danang Girindrawardhana menyatakan PP Kagama siap menampung berbagai isu terkait keraguan atas perjalanan akademik Presiden Jokowi, agar persoalan tidak berkembang liar dan spekulatif.
Danang juga menambahkan bahwa,
“Kejadian hukum di Indonesia semakin baik, kita tidak melihat kasus per kasus yang sudah menjadi domain kepolisian kita tidak mengganggu prosesnya dalam permasalahan ini, namun kita akan melihat apa yang menjadi kesaksian hukum dalam kaidah persoalan,” ujarnya.
Sikap tersebut disampaikan Danang menunjukkan agar isu yang berkembang tidak menjadi liar dan menjadi komoditas sentimen pribadi, tetapi Kagama berharap ada hal harmoni yang terjadi dan permasalahan ini dapat diselesaikan dengan duduk bersama tambahnya.
Reporter: Johan Sopaheluwakan

















