Faktual. Net. Wakatobi, Sultra. Kelompok perompak bersenjata Abu Sayyaf Philipina kembali melakukan pembajakan dan penyandraan kapal penagkap ikan asal Malaysia. Menurut informasi mereka di tangkap di perairan sabah malaysia TGL 23/09/2019 pukul 03.00 waktu setempat.
Kali ini, tiga orang warga negara Indonesia asal pulau Kaledupa, Desa Balasuna, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi diduga menjadi korban penyanderaan kelompok separatis yang dipimpin Abbu Sayyaf Filipin yang beraktivitas di sekitar kepulauan selatan Filipina, antara lain Jolo, Basilan, dan Mindanao itu. Kabar tersebut diketahui melalui unggahan pada akun facebook Aris di Grup Komunitas Pendukung Haliana-Ilmiati
“semoga mereka dalam lindungan Allah Swt dan cepat di bebaskan dengan selamat. di harapkan kepada pihak pemerintah agar secepatnya menangani kasus ini”
Tiga korban sandra Abu Sayyaf Filipin. WNI asal Desa Balasuna Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sultra yang berprovesi sebahai nelayandi Malaysia, antara lain Nahkoda Kapal yang bernama Maharudin Bin Lunani ( La Mahuru), Samiun Bin Maneu (La Miun) dan Muhammad Fahran, anak dari nahkoda kapal .
Kabar Aksi penyandraan kelompok Abu Sayyaf yang menimpa WNI asal Pulau Kaledupa, Kabupaten Wakatobi yang bekerja di Malasya itu sudah terjadi untuk kesekian kalinya. Sebelumnya juga, kabar penangkapan dua warga Kaledupa, Kabupaten Wakatobi masing-masing bernama Heri (30) dan Hariadin (43) yang terjadi pada akhir desember 2018 lalu juga sempat menghebohkan Indonesia terutamanya Warga Wakatobi.
Keduanya sama-sama berprofesi sebagai nelayan di perairan Malaysia. mereka ditawan kelompok bersenjata yang dipimpin Abu Sayyaf, Philipina di perairan Sandakan, Sabah Malaysia. Sayangnya, satu diantaranya tewas tertembak oleh kelompok Abu Sayyaf dalam kontak senjata saat proses pembebasan yang dilakukan oleh pihak Malaysia.
Sebelumnya juga, pada 5 november 2016 lalu, dua warga Wakatobi La Utu bin Raali dan La Hadi bin La Adi juga sempat menjadi korban penculikan kelompok tersebut. Namun keduanya berhasil dibebaskan pada Jum’at 19 Januari 2018 lalu.
Reporter: La Ode Subroto















