Example floating
Example floating
BeritaDaerah

Kasus PMK Mulai Menurun, Disbunnak Sulteng: Segera Lapor Jika Ditemukan Hewan yang Sakit

×

Kasus PMK Mulai Menurun, Disbunnak Sulteng: Segera Lapor Jika Ditemukan Hewan yang Sakit

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Palu — Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak warga di wilayah Sulawesi Tengah sudah mulai menurun.

Hal itu, diungkap oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

“Di beberapa kabupaten Sulteng sampai nol kasus PKM, pemberian Vaksin kepada hewan ternak terus masif dilakukan seluruh daerah,” ucap Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disbunnak Sulteng, Dandy Alfita, Selasa (18/07).

Dandy mengatakan, pihaknya telah pemberian intensif sejak bulan September 2022 sampai Juni 2023 sebanyak 80.000 ekor ternak Sapi yang telah diberikan vaksinasi.

“Berdasarkan data 10 Juli hingga 17 Juli 2023 Kabupaten Donggala menjadi daerah dengan kasus PMK tertinggi sebanyak 3.813 kasus dengan rincian 126 kadus ternak mati, 2.436 ekor dinyatakan sembuh dan tersisa 1.251 kasus yang aktif,” urainya.

“Kemudian disusul Kabupaten Sigi sebanyak 464 kasus PMK, dengan rincian satu ternak Sapi di potong paksa dan 185 di nyatakan sembuh tersisa 276 kasus aktif,” sambungnya.

Tak hanya daerah itu, Kabupaten Morowali sebanyak 228 kasus PMK, 84 ternak dinyatakan sembuh tersisa 144 kasus aktif dan Kabupaten Parigi moutong sebanyak 18 kasus aktif PMK.

Baca Juga :  Tambang Ilegal Manongkoki Masih Beroperasi, Warga Tuding Polres Takalar Tutup Mata terhadap Laporan Masyarakat

“Kabupaten Toli – Toli sebelumnya ada 35 kasus yang aktif tapi sekarang sudah nol kasus begitupun Kota Palu dari 20 kasus jadi nol,” ungkapnya.

Disbunnak Sulteng mengingatkan kepada peternak hewan, agar secara rutin melakukan pengecekan kesehatan terhadap hewan ternaknya.

“Apabila sudah melakukan pengecekan kesehatan hewan dan ditemukan tanda-tanda penyakit atau ada gejala PMK segera melapor dengan petugas hewan,” jelasnya.

Dia melanjutkan, untuk mengantisipasi petugas Disbunnak telah mengawasi lalu lintas kendaraan yang membawa hewan ternak dari luar daerah.

“Jika ditemukan dokumen kesehatan hewan ternak tidak lengkap maka tidak segan – segan petugas mengembalikan hewan ke daerah asalnya,” ujarnya

Sementara itu, pemerhati hewan ternak Sulteng Johan (50), mengatakan bahwa virus flu babi yang mengakibatkan banyak ternak babi yang mati sampai ratusan ekor itu terjadi di daerah Tolay sampai merambah ke Desa Jono Oge, banyak Peternak Babi mengeluh dengan adanya virus tersebut.

“Banyak ternak Babi sampai ratusan ekor mati dan sejauh mana penanganannya yang signifikan terhadap Disbunnak ?,” kata Johan.

Reporter : Handri Pinatik
Editor : Kariadi

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit