Example floating
Example floating
PemerintahanTokoh

Konferensi Pers Kepala Suku Besar Moi Sorong terkait Aspirasi Penempatan Walikota dan Bupati Sorong

×

Konferensi Pers Kepala Suku Besar Moi Sorong terkait Aspirasi Penempatan Walikota dan Bupati Sorong

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net, Jakarta Pusat, DKI Jakarta – Bertempat di Restoran Sederhana Lintau 88, Jl. R.P. Suroso No. 53 Jakarta Pusat, Rabu (17/8/2022) bertepatan dengan HUT Ke 77 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung Konferensi Pers Kepala Suku Besar Moi.

Hadir dalam kesempatan tersebut tokoh-tokoh dari Suku Besar Moi, Sorong yaitu: Yeremia Su selaku Staf Khusus Gubernur Papua Barat Bidang Administrasi dan juga selaku Kepala Suku Besar  Moi, Yeremia Osok Dewan Pembina Intelektual Suku Besar Moi,  Yohan Samolo sebagai Ketua Pemuda Intelektual Suku Besar Moi bertindak sebagai pembuka acara.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Dalam kesempatan konferensi pers tersebut Yohan Samolo selaku pembawa acara memperkenalkan nara sumber yang akan memaparkan agenda terkait usulan dan pengangkatan untuk Bupati dan Walikota Sorong, yang mayoritas dihuni oleh penduduk Suku Moi di wilayah Kabupaten dan Kota Sorong.

Kepala Adat Suku Besar Moi, Yeremias Su

Masyarakat Suku Besar Moi sesaat lagi akan memilih dan Bupati dan Walikota  sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Menurut Suku Moi yang menempati 3 kabupaten,  salah satunya adalah Kabupaten Sorong dan satu wilayah kota.

Hal yang sangat penting masa jabatannya yang cukup panjang, yakni di atas 2 tahun, atau lebih tepatnya nyaris 3 tahun.

Seperti dilansir dari laman  berita detik.com tertanggal 16 Juni 2022, yakni bahwa Mendagri, Tito Karnavian mengaku sedang menyusun Peraturan Mendagri (Permendagri) tentang aturan teknis pengangkatan Penjabat (Pj) Kepala Daerah.

Dalam aturan yang sedang dirancang itu, nantinya pihak DPRD dapat mengusulkan 3 nama calon Pj.

Ketua Dewan Pembina Intelektual Suku Besar Moi, Yeremia Osok

Tito mengaku hal tersebut berdasarkan usulan dari masyarakat yang menginginkan agar penunjukkan Pj lebih demokratis dan transparan.

“Memang ada beberapa aspirasi yang menginginkan agar mekanisme yang lebih demokratis dan transparan. Kita melihat demokratis ini kan tidak mungkin kita adakan Pilkada kan untuk penjabat ini, ini kan penugasan, sifatnya penugasan, undang-undang mengatakan demikian. Jadi kita akan membuka mekanisme meminta masukan kepada DPRD,” kata Mendagri Tito Karnavian, di kantornya, Jl Medan Merdeka Utara, Kamis (16/6/2022) beberapa waktu yang lalu.

Ditambahkn lagi oleh Tito bahwa calon Penjabat Gubernur dapat diusulkan melalui DPRD provinsi sebanyak 3 nama, dan 3 nama dari tim Kemendagri. Setelah itu 6 nama tersebut akan dikerucutkan menjadi 3 nama hingga dirapatkan dan presiden memutuskan siapa yang akan diangkat dalam sidang Tim Penilai Akhir (TPA).

Konferensi Pers yang diadakan dengan Tema, “Konferensi Pers Kepala Suku Besar Moi Sorong Terkait Aspirasi Penempatan Pejabat Bupati Kabupaten Sorong dan Walikota Sorong Papua Barat,” pada Rabu (17/8/2022) ini, dilakukan pembahasan dan pemberian informasi penting terkait urgensi penjaringan aspirasi bagi kemaslahatan Suku Besar Moi di Wilayah Kabupaten dan Kota Sorong.

Pada kesempatan tersebut, Staf Khusus Gubernur Bidang Adat (Kepala Suku) Moi, Yeremias Su menyampaikan, “Saya selaku Kepala Suku Besar Suku Moi menyatakan dalam konferensi pers kali ini bahwa ada sebuah hal penting yang harus diperhatikan bagi kepentingan masyarakat Suku Moi, yang mana terkait hal ini adalah perlunya penjaringan aspirasi dalam menentukan Pj khususnya bagi Kabupaten dan Wilayah Kota Sorong, dimana kami, suku Moi yang mendiami 3 wilayah kabupaten dan 1 kota di Sorong, sangat membutuhkan perlunya ada audiensi dan penjaringan aspirasi dari masyarakat suku Moi,” ujarnya.

“Saya, Yermias Su dalam  hal ini bertindak sebagai Kepala Suku Besar Moi, di Papua Barat ingin menyampaikan 3 hal penting yang menyangkut aspirasi dan kemaslahatan serta kepentingan Suku Moi, yakni :

“Perlunya Pengusulan Pejabat Bupati Kabupaten Sorong dan Walikota Sorong, dimana saya sebagai Kepala Suku Moi mengajukannya kepada Mendagri.

Kiranya Pak Mendagri dapat mengabulkannya sebagai penghargaan kepada Suku Moi yang telah memberi hasil besar bagi negara Indonesia ini.

Kepala Suku Moi akan bekerjasama dengan pemerintah dalam segala bentuk pembangunan, khususnya di Tanah Moi, di Sorong Raya. Untuk itu kepada Bapak Presiden RI, atas penghargaan dan Adat Suku Moi dalam memberikan kain adat, bahkan telah juga memberikan aspirasi suara berbagai suku Papua di Nusantara yang diantaranya suku Moi, di tanah Moi telah menyampaikan aspirasi, kiranya Bapak Presiden dapat menerima usulan yang kami sampaikan ini. Kiranya Tuhan memberkati Pak Presiden dan Para Menteri di Jakarta, terimakasih,” ujarnya penuh semangat.

Sementara itu, Yerwmia Osok, selaku Dewan Pembina Intelektual Suku Moi, mengatakan, “Sebelum saya menyampaikan terkait dengan hal-hal yang menyangkut penyampaian aspirasi ini, saya menyampaikan Dirgahayu ke – 77 Republik Indonesia, Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat. Kami bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan perkenanannya, kami dapat berkumpul dengan rekan media di tempat ini untuk menyampaikan informasi ke publik tentang hal ini,” ujarnya mantap.

“Beberapa hal yang menjadi sebab kami bersama Kepala Suku di Jakarta saat ini, dimana kami ingin mengusulkan pejabat Walikota Sorong dan pejabat Bupati Kabupaten Sorong,” terang Yeremia  Osok pada awak media.

“Kenapa tidak melalui daerah saja, dalam hal ini Bupati, Walikota, pejabat Gubernur, dan DPRD di daerah sana, hal ini menjadi sebuah alasan, sehingga kami bersama-sama Bapak Kepala Suku Moi, bahwa sesuai dengan  media detik.com, via dokumentasi  Kementerian Dalam Negeri telah melansir bahwa masyarakat harus dilibatkan dalam penjaringan  pejabat Walikota dan Bupati Wilayah Sorong dan dalam hal ini Mendagri telah menjelaskan melalui surat edaran yang telah dikeluarkan beberapa waktu yang lalu, karena mengingat masa jabatan baik Kabupaten Sorong maupun Kota Sorong, masa waktunya cukup lama,” ungkap Yeremia Osok pada awak media.

Baca Juga :  Baretha Siburian FWJ Indonesia Korwil Jakarta Utara: Usai Pelantikan Akan Gelar Roadshow Audiensi ke Seluruh Pemangku Kepentingan

“Selanjutnya calon pejabat Bupati Sorong dan Walikota Sorong yang diusulkan oleh Kepala Suku Moi bukan suatu kepentingan, tetapi suatu kebutuhan di daerah,” tambahnya.

“Karena itu apa yang telah diusulkan oleh Kepala Suku telah memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku, selain itu yang dimaksudkan telah dinilai memenuhi syarat dan kriteria, antara lain calon pejabat yang diusulkan tentunya punya rekam jejak yang baik, punya track record yang baik, latar belakang diri lainnya yang baik,” jelas Yeremia Osok.

“Dengan demikian kiranya pemerintah pusat berkenan mengabulkan usulan bapak Kepala Suku ini sebagai salah satu wujud saling menghargai dan menghormati karena Suku Moi baru menyampaikan keinginannya, aspirasinya dan baru dilakukan kali ini, kepada pemerintah pusat saat ini,” ujarnya.

“Kepada pemerintah pusat, perlu kami sampaikan bahwa ada kontribusi besar dari suku Moi atas sumber daya alamnya, minyak dan gas, hasil hutan kayu maupun hasil hutan non kayu, hasil laut dan sebagainya yang telah memberikan kontribusi besar bagi negara dan bangsa ini, kiranya apa yang telah diusulkan oleh kepala suku menjadi suatu penghargaan dan lebih daripada itu menjadi sebuah kompensasi. Dan perlu disampaikan bahwa Kepala Suku Moi ingin memacu dan bekerjasama dengan pemerintah untuk menciptakan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dari KKN dan akan mendorong sistem pemerintahan yang berwibawa,” tambah Yeremia Osok.

“Kiranya apa yang dapat kami sampaikan kali ini bersama Kepala Suku sebagai representatif Suku Moi di Jakarta saat ini dapat memperjuangkan berbagai hal yang kami sampaikan pada kesempatan ini,” tambahnya.

Terkait penjaringan aspirasi dalam rangka pemilihan bagi Pj jabatan Bupati Kabupaten Sorong dan Kota Sorong, Yeremia Osok mengatakan, “Di mata kami, para intelektual, ada hal-hal yang belum dilakukan secara transparan dan terbuka, sementara dari pihak Kementerian Dalam Negeri, mengharapkan ada penjaringan yang dilaksanakan secara terbuka, karena mengingat jabatan yang dijabat dalam hal ini cukup lama, biasanya 6 bulan, tetapi kali ini memakan waktu yang cukup lama yakni hampir 3 tahun, jadi tidak perlu dilaksanakan Pilkada tetapi melalui penjaringan aspirasi dari masyarakat dan itu hal yang dilakukan oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri, sehingga hal ini menurut media detik.com, melalui dokumentasi Kementerian Dalam Negeri, hal ini perlu dilakukan oleh Kemendagri, sehingga perlu ada konsultasi publik,” tambahnya.

“Terkait investor dalam hal pengelolaan hasil bumi dan kekayaan alam di daerah Sorong  sangat penting, dan itu menjadi ranah dari pejabat-pejabat di daerah baik Bupati, Gubernur maupun walikota, yang tentunya dalam implementasinya, perlu melibatkan masyarakat adat, dan itu adalah hal yang sangat menjadi konsen Pak Jokowi selaku Presiden yang sangat memperhatikan hal-hak masyarakat adat, oleh karena itu hal-hal yang terkait dengan investasi di daerah perlu melibatkan masyarakat adat, sehingga masyarakat di daerah Sorong dapat menikmati hal tersebut” jelas Yeremia Osok.

“Sangat efektif untuk melaksanakan penjaringan aspirasi ataupun melakukan konsultasi publik dalam rangka penjaringan pejabat di Kabupaten Sorong maupun Kota Sorong, karena selama ini tidak pernah dilakukan hal tersebut, dianggap cukup, dimana melalui MPR-DPR sudah cukup representatif, karena bukan hanya untuk masa jabatan yang relatif singkat yakni 6 bulan saja, tetapi karena masa jabatan ini cukup lama yakni nyaris 3 tahun, maka perlu adanya konsultasi publik, dimana tokoh masyarakat perlu memberikan masukan, sehingga terjadi adanya transparansi,” jelas Yeremia Osok.

“Tentu kita semua tahu, apa yang diinginkan dan diharapkan dari Presiden, yakni perpanjangan tangan dari Presiden di daerah, perlu menterjemahkan dengan baik apa yang diperintahkan oleh Presiden melalui perwakilan pemerintah di daerah, sehingga terjadi konsistensi dan sinergi antara pembangunan di Pusat dan daerah, dimana masyarakat di daerah  benar-benar menikmati hasil tersebut, dimana hal ini sudah menjadi perhatian masyarakat adat setempat, ini saatnya kami masyarakat adat suku Moi bangkit dan membangun bersama-sama pemerintah pusat yang mana di daerah, mari kita bekerja sama dengan kepala suku, tokoh-tokoh masyarakat dan semua elemen stake holder yang ada, supaya terjadi sinergi baik pembangunan di pusat dan di daerah, dan berharap Jokowi dapat mengabulkan hal ini,” tutup Yeremias Su.

“Adapun kami, suku Moi melalui saya, perwakilan masyarakat adat suku Moi, yakni saya sebagai Kepala Suku Moi, sangat berharap agar Pak Jokowi selalu Presiden RI mau mendengarkan dan mengabulkan permohonan usulan kami dari Suku Moi ini,” pungkas Yeremias Su.

Reporter: Johan Sopaheluwakan

 

Tanggapi Berita Ini