oleh

Wow..! Mahasiswa Pertanian UHO Temukan Teknologi Baru Guna Berantas Hama Ulat Tentara

Faktual.Net, Kendari, Sultra. Mahasiswa Laboratorium Lapangan II (LP2) Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Halu Oleo (UHO) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencoba Menciptakan Teknologi terbaru dalam mengendalikan serangan Hama ulat Tentara (Spodoptera Litura). Lokasi percobaan bertempat di Kebun Percobaan, Kec. Kambu Kota Kendari, Provinsi Sultra.

Percobaan tersebut dilaksanakan oleh beberapa anggota LP2 diantaranya Ricky Andrian sebagai Ketua, anggota aktif yakni Usman, Jefi Saputra, Resi Muhlizin, Sudirman, Arjun, Khaerul Sabil dan Armin serta diikuti oleh Mahasiswa Jurusan Agroteknologi, Faperta UHO.

Ketua LP2 menyampaikan bahwa, percobaan yang dilaksanakan adalah inisiatif dari tim sebagai langkah untuk mengimplementasikan  pengetahuan kemasyarakatan, terkhusus terhadap petani-petani di Sultra tentang solusi serangan Hama Ulat Grayak.

“Disini kami hanya mencarikan solusi untuk para petani yang dimana sekarang ini sedang maraknya Hama Ulat Tentara (Grayak) yang menyerang tanaman jagung petani di Sultra”,  jelas Ricky saat ditemui pewarta Faktual.Net pada Kamis, 6/2/2020 di kampus UHO.

Ia menambahkan bahwa, hama yang ditemui di lapangan berbeda pada umumnya dimana hama yang temui di lapangan berbeda dengan sebelumnya karena serangan hama berdampak bukan hanya di daun, akan tetapi batang, pucuk dan buah tanaman jagung.

“Yang kami temui masalah di lapangan berbeda dengan sebelumnya, bukan hanya daun akan tetapi keseluruhan tanamana di serang, tapi Alhamdulilah kami menemukan solusinya”, tuturnya.

Di tempat yang sama, salah satu anggota LP2 yang juga anggota DPM Faperta menambahkan bahwa, LP2 adalah tim yang mampu bekerja sama dengan baik sehingga bisa menciptakan sebuah solusi dan ide-ide dalam memberantas hama yang marak merugikan masyarakat petani Sultra.

“Kami berharap, adanya tim LP2 ini dan hasil dari pada percobaannya, bisa menjawab permasalahan yang dihadapi petani dengan solusi yang diberikan. Tentunya, kami pasti adakan uji coba dulu, selanjutnya akan menyampaikan prosedural penggunaanya”, terang Usman.

Untuk tambahan, teknologi yang diciptakan yaitu dengan pengaplikasian Scoparia Dulqis, Lantana Camara dan tembaku yang dijadikan satu campuran dalam bentuk cair, sehingga menghasilkan senyawa sekunder. 

Reporter : Zahirudin/Usman

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :