Faktual.net, Kendari — Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (UHO) kembali menghadirkan ruang intelektual berskala internasional melalui pelaksanaan International Seminar dan Knowledge Forum di Aula Fakultas Teknik UHO, Jum’at (08/05/2026).
Bertajuk “Navigation Urban Uncertainty and Strengthening Resilience for Cities in Asia-Pacific”
Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan akademisi, pemerintah, praktisi, hingga jejaring internasional untuk membahas tantangan perkotaan, ketahanan wilayah, pembangunan berkelanjutan, serta arah masa depan kota-kota di kawasan Asia-Pasifik di tengah dinamika global yang terus berubah.
Forum internasional tersebut menghadirkan sejumlah tokoh penting dari dalam maupun luar negeri yang memiliki kapasitas dan pengalaman di bidang pembangunan kota, pemerintahan, dan kebijakan publik.
Salah satu pembicara utama yang hadir ialah Prof.Ir.Bambang Susantono, M.C.P,M.S.C.E, Ph.D. tokoh nasional yang dikenal luas melalui kontribusinya dalam pembangunan infrastruktur dan tata kota berkelanjutan di Indonesia.
Kehadirannya menjadi perhatian tersendiri karena gagasan-gagasannya selama ini banyak membahas masa depan kota modern, transportasi, dan pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan bahkan sempat menjadi kepala otorita Ibu Kota Nusantara.
Selain itu hadir pula Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi,M.Sc.,MPP. yang merupakan Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC (United Cities and Local Governments Asia-Pacific), organisasi jejaring pemerintah lokal terbesar di kawasan Asia-Pasifik. Kehadirannya memperkuat posisi forum ini sebagai ruang dialog internasional yang menghubungkan pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat sipil lintas negara.
Forum ini juga menghadirkan Mr. Andra Kwon dari Daegu Metropolitan City, Korea Selatan, dan Mr. Lee Young Young yang membawakan perspektif internasional mengenai pengelolaan kota modern dan penguatan kerja sama kawasan Asia-Pasifik dalam menghadapi tantangan urbanisasi.
Dari Sulawesi Tenggara, forum ini juga menghadirkan Dr. Ir. Hugua, M.ling. Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara yang dikenal aktif dalam isu pembangunan daerah, pariwisata, dan penguatan potensi kawasan timur Indonesia.
Sementara itu, akademisi Universitas Halu Oleo ibu Susanti Djalante, S.T.,M.T.,M.Sc turut memberikan kontribusi pemikiran terkait ketahanan kota, pembangunan berkelanjutan, dan tantangan perkotaan dari perspektif akademik dan lokalitas daerah.
Ketua BEM Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo, Afni menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memperluas cara pandang dan membangun jejaring global.
“Forum ini bukan hanya tentang seminar, tetapi tentang bagaimana mahasiswa bisa melihat dunia lebih luas. Kita belajar langsung dari orang-orang yang selama ini terlibat dalam pembangunan kota, kebijakan publik, dan jejaring internasional. Ini menjadi kesempatan besar bagi mahasiswa daerah untuk tumbuh dengan perspektif global tanpa meninggalkan identitas lokal,” ujar Afni.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan buku karya Bambang Susantono sebagai simbol pertukaran gagasan, dan penguatan literasi di UHO.
Ketua BEM FT-UHO menilai bahwa kegiatan ini menjadi bukti bahwa kampus daerah mampu menghadirkan forum internasional yang relevan, progresif, dan mampu mempertemukan berbagai perspektif dalam menjawab tantangan pembangunan masa depan. (Red).














