Wawali : Pembentukan DOB Tidak Semudah Beli Kapal

128

Faktual. Net, Tidore. Statemen Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara Al Yasin Ali mengenai pembentukan daerah administratif kota Sofifi tanpa harus menunggu pencabutan moratorium, dinilai merupakan sebuah sensasi tanpa substansi.

Hal ini disampaikan Wakil Walikota Kota Tikep Muhammad Sinen kepada sejumlah media Senin, (20/5/19). dia mengatakan berdasarkan Undang-Undang nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah, saat ini sudah tidak ada lagi yang namanya daerah administratif, yang ada hanyalah daerah persiapan yang disebut sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB),

Maka dari itu, statmen Wakil Gubernur itu bisa memicu konflik di tengah-tengah masyarakat mengenai pemekaran kota Sofifi, mengingat semangat pembentukan DOB Sofifi ini sudah melalui proses yang panjang dan telah disiapakan oleh pemerintah daerah, sehingga menunggu waktu yang tepat untuk melakukan pembicaraan dengan pihak kesultanan mengenai maklumat.

Baca Juga :  Heboh, Masyarakat Malakaji dilarang Buang Sampah, berikut tanggapan lurah malakaji dan kabid DLH

“Membentuk DOB ini tidak seperti membeli kapal yang hanya panggil kepala Dinas Perhubungan, Bagian Umum, kuangan dan Sekda kemudian kita lakukan pembelian. tetapi bicara DOB in, kita akan panggil banyak pihak terutama pihak kesultanan untuk duduk secara bersama guna meminimalisir potensi konflik yang nanti akan berkembang di masyarakat, jadi pak wagub nanti baca aturannya secara baik baru bicara,” pungkasnya.

lebih lanjut, lelaki yang Akrab Disapa ayah erik itu mengaku bahwa soal pembentukan DOB Sofifi Pemerintah Provinsi tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi, pasalnya soal pemekaran tentu membutuhkan persetujuan dari DPRD dan rekomendasi pemerintah daerah kota Tikep dengan mempertimbangkan luas wilayah dan kepadatan penduduk, beserta fasilitas penunjang pada daerah persiapan otonomi baru.

“Kalau Provinsi mau serius perhatikan Tidore, buktikan keseriusan mereka melalui alokasi APBD terkait dengan pembangunan jalan mulai dari Desa Kayasa sampai Nuku, bukan malah berkomentar sesuatu yang akan memunculkan kegaduhan, karena DOB Sofifi itu maklumat Sultan menolak keras, maka dari itu pemerintah daerah membutuhkan waktu untuk duduk bersama dicarikan solusi bukan dengan mengedepankan kesombongan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Harga Gula Jatim Naik dan Langka, Gubernur Khofifah Minta Satgas Pangan & KPPU Cek Stok di Gudang dan Pabrik

Untuk itu, Lelaki yang juga merupakan ketua DPD PDIP Perjuangan Provinsi Maluku Utra itu meminta kepada Al Yasin Ali agar segera menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Tidore mengenai statemen yang dia keluarkan tanpa mempertimbangkan banyak aspek.

“Sebagai partai pengusung tentu menjadi benteng terhadap pemerintahan AGK-Yasin, jadi kalau kesalahan yang mereka  lakukan tentu Partai ini akan mendapat dampaknya, karena mereka berdua jadi Gubernur dan Wagub itu karena Partai,” tambahnya.

Reporter : Aswan Samsudin

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :