oleh

Tuntaskan Masalah Sampah Di Tidore, Muhammad Sjarif Kembali Temui Menko Maritim

Faktual,Net. Tidore, Malut. Setelah menemui Kementrian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan, melalui Direktur Pengelolaan Sampah, Dr. Novrizal Tahar. untuk meminta dukungan atas bantuan sarana dan prasarana persampahan, pada Rabu, (23/6/21). Muhammad Sjarif Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tidore Kepulauan, kembali menemui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Maritim) pada Kamis, (24/6/21), untuk membicarakan masalah persampahan di Kota Tidore Kepulauan.

Pertemuan tersebut dalam rangka meminta dukungan kepada Menko Maritim untuk membantu Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan khusunya Dinas Lingkungan Hidup terkait dengan sarana dan prasarana. Pasalnya, di Kementrian Maritim juga terdapat salah satu Deputi Bidang Koordinasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Dalam pertemuan itu, Muhammad Sjarif kemudian menjelaskan bahwa Kota Tidore Kepulauan nantinya akan menggelar satu hajatan besar yang bertaraf internasional, yakni Sail Tidore yang dibackup penuh oleh Menko Maritim. Olehnya itu, dalam rangka mensukseskan kegiatan tersebut, agar dapat menjadi kebanggaan Nasional. Ia berharap agar Menko Maritim dapat mendorong berbagai bantuan ke Kota Tidore Kepulauan khususnya Dinas Lingkungan Hidup yang berkaitan dengan sarana dan prasarana persampahan.

“Alhamdulillah kedatangan saya juga disambut dengan baik oleh pihak Deputi Bidang Koordinator LHK pada Menko Maritim, sehingga usulan yang sudah ditandatangani oleh Walikota Capt. H. Ali Ibrahim ini, telah saya sampaikan kepada mereka melalui sekertaris pribadinya, bapak Ardha. Dengan harapan agar mereka juga bisa membantu kita terkait dengan bantuan sarana dan prasarana,” ungkapnya saat dihubungi melalui telephone.

Setelah menerima usulan berbentuk proposal itu, Bapak Ardha berjanji akan menyampaikan proposal itu ke Ibu Nani Hendiarti selaku Deputi Bidang Koordinator Lingkungan Hidup pada Menko Maritim untuk ditindaklanjuti. Berhubung karena saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19, sehingga Ibu Nani belum bisa ditemui.

“Untuk membackup Sail Tidore, mereka juga akan membangun koordinasi dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar dapat memprioritaskan Tidore terkait dengan bantuan sarana dan prasarana,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sjarif mengatakan langkah yang dilakukannya ini semata-mata untuk menyelesaikan problem persampahan di Tidore. Untuk itu, ia berharap agar dalam pelaksanaan Sail Tidore nanti, persoalan persampahan ini juga bisa menjadi perhatian dari Pemerintah Pusat.

“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini dapat bermanfaat buat masyarakat dan Kota Tidore Kepulauan,” tutupnya.

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :

Tajuk Berita