Example floating
Example floating
BeritaDaerahPemerintahanWisata

Tindaklanjut Kerja Kolaborasi Di Sektor Pariwisata, Disbudpar Mulai Action

×

Tindaklanjut Kerja Kolaborasi Di Sektor Pariwisata, Disbudpar Mulai Action

Sebarkan artikel ini
Yakub Husain (Kepala Disbudpar Tikep)
Example 468x60

Faktual.Net,Tidore. Dalam rangka mempercantik Pulau Maitara sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Tidore Kepulauan yang begitu strategis karena diapit oleh Pulau Tidore dan Kota Ternate, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tikep bersama konsultan perencanaan mulai action melakukan pendataan pada Kamis, (21/1/21) pekan kemarin.

Pendataan tersebut dilakukan untuk menginventarisir sejumlah kekuarangan amenitas di Pulau Maitara, Hal ini bertujuan agar dapat dijadikan bahan telaan terhadap Walikota dan Wakil Walikota Tidore Kepulauan untuk dikaji lebih lanjut guna menindaklanjuti kerja-kerja kolaborasi dari masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk dilakukan pengembangan Pariwisata di Kota Tikep khususnya di Pulau Maitara.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

“Kerja-kerja kolaborasi ini tidak hanya untuk pulau maitara, melainkan di semua kelurahan desa yang memiliki potensi wisata juga akan dikeroyok secara bersama, misalnya seperti pengembangan Tugulufa, Air Terjun Sigela Kecamatan Oba, Pariwisata Doe Masure Desa Balbar, dan lain sebagainya,” ungkap Kepala Disbudpar Kota Tikep, Yakub Husain saat ditemui di ruang kerjanya, pada Jumaat, (22/1/21) kemarin.

Yakub menjelaskan bahwa setelah pihaknya bersama konsultan perencanaan melakukan inventarisir, terdapat masih banyak kekurangan yang harus disempurnakan khususnya di pulau Maitara, seperti penambahan amenitas, penggarukan air laut, perluasan lahan pengembangan pariwisata di Desa Maitara Utara, dan pengembangan tempat kuliner.

“Tujuan dari kami melakukan inventarisir ini agar terdapat langkah kongkrit dari apa yang sudah direncanakan, dan langkah ini tidak hanya kami lakukan di Pulau Maitara, melainkan akan dilakukan di semua Desa dan Kelurahan untuk menindaklanjuti kerja-kerja kolaborasi,” jelasnya.

Sebab jika tidak dilakukan demikian, kata Yakub, sudah pasti pengembangan Pariwisata dalam setiap tahun berjalan tidak akan tuntas dilaksanakan. Olehnya itu, pola yang ditawarkan Disbudpar Tikep terkait degan kerja-kerja kolaborasi ini sebagai salah satu terobosan baru untuk menyelesaikan problem pariwisata di Kota Tikep.

“Jika kita sudah bisa melakukan kerja kolaborasi, maka dalam satu tahun anggaran, minimal terdapat dua atau tiga destinasi wisata yang sudah akan tuntas dikerjakan. Sebab bagaimana kita bisa melakukan promosi jika masih banyak fasilitas yang masih kurang, lagian tujuan daripada promosi itukan untuk mendatangkan wisatawan, dan kedatangan wisatawan itu juga membutuhkan kenyamanan dengan tersedianya fasilitas yang memadai, olehnya itu kami menawarkan kerja-kerja kolaborasi ini sebagai solusi untuk menjawab tantangan di sektor Pariwisata kedepan,” tambahnya.

Baca Juga :  IKA PMII Tidore Panaskan Mesin Organisasi, Rakercab Siap Digelar

Lebih lanjut, mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tikep ini juga menuturkan bahwa selain rencana berkolaborasi secara internal di lingkup Pemerintah Kota Tikep, pihaknya juga telah berkolaborasi dengan pemerintah provinsi maupun kementrian. Dan untuk saat ini Disbudpar Kota Tikep telah mengusulkan program Pariwisata Super Premium melalui Kementrian Maritim, pasalnya program tersebut difokuskan untuk pengembangan pariwisata di setiap desa. Dan pulau Maitara menjadi gerbang wisata untuk dikembangkan wisata Premium.

“Jika usulan kami ini berhasil diakomodir pada tahun 2021, maka kedepannya setiap desa yang memiliki potensi wisata, akan kami usulkan juga untuk dikembangkan wisata super premium, tujuan dari program ini dalam rangka mencari peluang untuk menyelesaikan problem wisata di Kota Tikep, sebab jika hanya diharapkan pada APBD tentu anggarannya tidak akan cukup, maka dari itu kolaborasi ini perlu dilakukan juga terhadap Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Yakub menjelaskan bahwa pengembangan Wisata Premium di Pulau Maitara ini juga tetap mengacu pada Desaign yang telah disediakan oleh Disbudpar Kota Tikep, sehingga Kementrian Maritim juga dapat membantu pemerintah Kota untuk menyelesaikan persoalan amenitas yang masih kurang di Pulau Maitara. Misalnya seperti penambahan Cottage, pembangunan restoran diatas laut dan lain sebagainya. Sementara untuk pemkot tikep hanya fokus menyelesaikan perhatiannya pada sektor-sektor pariwisata yang dianggap vital untuk dikerjakan. Misalnya seperti penyediaan tempat pembilas, drainase, dan penggarukan air laut untuk dijadikan tempat berenang bagi para pengunjung.

 

Reporter : Aswan Samsudin

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit