Example floating
Example floating
Headline

Dilema Generasi Muda: Antara Ambisi dan Bakti, Rapi Films Rilis Trailer “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”

×

Dilema Generasi Muda: Antara Ambisi dan Bakti, Rapi Films Rilis Trailer “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net – Jakarta –  Menyusul kesuksesan film-film sebelumnya seperti Tunggu Aku Sukses Nanti (TASN) dan Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah, Rapi Films kembali hadir bersama Screenplay Films dan Vortera Studios mempersembahkan drama keluarga terbaru berjudul “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”.

Dalam acara konferensi pers yang digelar di Plaza Senayan, Senin (13/4/2026), pihak produksi resmi meluncurkan official trailer dan poster film tersebut. Film yang ditulis oleh Alim Sudio dan disutradarai oleh Kuntz Agus ini dijadwalkan akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Mei 2026.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Film ini mengangkat kisah yang sangat menyentuh hati tentang arti keluarga, kenangan, dan waktu yang terus berjalan. Di bawah arahan sutradara Kuntz Agus dan diproduseri oleh Sunil Samtani, karya ini membawa pesan mendalam bahwa ketika ingatan perlahan mulai pudar, setiap detik kebersamaan menjadi sesuatu yang sangat tak ternilai.

Kisah berpusat pada tokoh Kesha, diperankan oleh Yasmin Napper, seorang mahasiswi seni peran yang sedang berada di fase transisi menuju kedewasaan. Ia memiliki ambisi besar untuk mandiri dan lepas dari bayang-bayang rumah. Namun, dinamika di rumah tidaklah mudah. Ia harus berbagi perhatian dengan Kenya (Sofia Shireen), kakak berprestasi yang selalu didukung penuh, serta Karlo (Jordan Omar), si bungsu yang membutuhkan perhatian ekstra karena kondisi kesehatan.

Konflik semakin dalam ketika sang ibu, Yuke Yolanda (Lulu Tobing), seorang guru yang sangat dicintai keluarga, mulai mengalami penurunan daya ingat. Yuke kerap melupakan hal-hal penting, mulai dari tanggal pernikahan, jalan menuju tempat ia mengajar, hingga detail tentang ketiga anaknya sendiri.

Kondisi ini memaksa Kesha berada di persimpangan jalan yang paling sulit: tetap bertahan mengejar mimpi dan menyelesaikan tugas akhirnya, atau pulang dan meluangkan seluruh waktunya sebelum sang ibu benar-benar melupakannya.

Baca Juga :  Pancasila Pulihkan Kepercayaan Sosial dan Martabat Manusia di Tengah Krisis Nilai Dunia

Pesan Mendalam dari Para Pembuat Film

Dalam kesempatan tersebut, Yasmin Napper membagikan pandangannya mengenai peran yang ia jalani.

“Setiap orang yang mulai memiliki dunianya sendiri pasti akan mengalami titik di mana ia sadar kalau momen-momen berharga bersama keluarga tidaklah abadi. Melalui Kesha, aku belajar bahwa menjadi anak sulung bukan hanya soal mengalah, tapi soal menjadi penjaga memori di saat semua orang mulai merasa rapuh,” ujar Yasmin.

“Film ini mengingatkan kita bahwa sesibuk apa pun kita mengejar mimpi, jangan sampai kita kehilangan satu hal yang paling berarti, yaitu kehadiran seorang Ibu,” tambahnya.

Sementara itu, penulis skenario Alim Sudio menjelaskan bahwa naskah ini dibuat khusus untuk menyentuh hati generasi muda, khususnya Gen Z.

“Saya ingin memotret keresahan yang sangat dekat dengan anak muda di usia kuliah. Kita tahu betapa hectic-nya masa itu, saat ambisi mengejar masa depan terasa begitu mendesak, hingga seringkali dinamika di dalam rumah terasa seperti gangguan. Lewat Kesha, penonton akan melihat bagaimana hubungan dengan orang tua dan saudara menjadi cermin diri. Hingga akhirnya disadari bahwa di tengah semua pencapaian, keluarga adalah satu-satunya hal yang abadi,” jelas Alim.

Sutradara Kuntz Agus pun menambahkan bahwa film ini akan mengajak penonton merenung. “Kami ingin mengajak audiens menghargai setiap kenangan yang masih dimiliki. Di saat memori terancam pudar, kita akan melihat betapa indahnya ketika keluarga bersatu demi menjaga kepingan ingatan itu tetap hidup,” tegasnya.

Film ini mengingatkan kita bahwa dalam hidup, banyak hal boleh hilang—kesempatan, nilai, bahkan mimpi—namun jangan sampai kita hilang dari hati dan ingatan orang yang paling kita sayangi.

Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan. Saksikan di bioskop mulai 13 Mei 2026.

Reporter: Sri Supraptiningsih

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit