Oleh: Fang Iful ,
Kabid Lingkungan hidup HMI Cabang Sinjai
Faktual.Net, Opini – Pemuda atau mahasiswa sebagaimana Gramscy menawarkan pemikirannya bahwa kelompok pemuda dan mahasiswa merupakan kelompok intelektual organik.
Menurut Antoni Gramscy, intelektual organik memiliki peran “berbicara” atau pun menumbuhkan kesadaran kritis serta menularkan spirit revolusioner.
Namun pada saat yang sama, pemuda dan mahasiswa sebagai kelas terpelajar justru kehilangan fungsinya sebagai golongan masyarakat intelektual organik yang dimaksud Gramsci,
Tidak lagi tampil sebagai sebuah kelompok masyarakat yang tersadarkan secara intelektual seperti yang dikatakan Ali Syariati.
Secara gamblang saya katakan dalam tulisan ini, kalau kita tidak mampu lagi menjadi seperti yang dikatakan oleh kedua tokoh pemikir yang saya sebut di atas.
Kenyataan berkata lain, sebagian teman-teman pemuda dan mahasiswa baik yang nongki di warkop, kawan-kawan yang aktif di media sosial.
mereka yang lagi duduk di taman berdiskusi justru menjadi konsumtif terhadap wacana (issue) yang desain.
Oleh aktor tertentu sehingga secara pikiran dan gerakan kita berdasar atas kemauan aktor tersebut.
Kita tidak lagi menjadi pencipta pikiran dan gagasan untuk ditularkan kepada orang lain agar kesadaran kritis setiap orang terbangun.
Kita harus kembali ketempat semula yakni menjadi intelektual yang baik dan sama-sama membangun dunia ini dengan pengetahuan objektif.
Editor: Dzul
















