faktual.net, Jeneponto, Sulsel – Perencanaan rekontruksi jembatan munte-mangngepong perlu di kaji ulang, pasalnya, para warga sekitar menyaksikan pada tahun 2019 silam tiang tengah jembatan saat banjir bandang goyang pada waktu pohon cina besar menghantam balok jembatan tersebut sebelum roboh.
LPK Sul-Sel Hasan Anwar berharap perhatian serius STAKEHOLDER kabupaten Jeneponto untuk di kaji ulang, jangan sampai cuma buang-buang uang negara dan menghindari sebelum memakan korban.
Hasil investigasi monitoring TIM LPK Sul-Sel media dan melibatkan warga sekitar bahwa fakta di lapangan terkait tiang tengah sumuran jembatan di duga bolong dan di ragukan mutunya, ujar Hasan Anwar. rabu, (26/10/22)
Pelaksana rekontruksi jembatan munte-mangngepong menjelaskan lewat WhatsAppnya bahwa bukan telapak dudukan abudment yang bolong tapi itu yang di bawahnya telapak abudment
“Di bawah telapak itu ada dua sumuran Kalau tidak salah diameter sumuran 3 meter, nah diantara dua sumuran ini yang lobang, ucap takko
Kemudian, pelaksana jembatan munte saat di konfirmasi mengatakan, saya juga pernah pertanyakan ke konsultan perencana terkait beban yang di pikul konstruksi jembatan lama Karena beban yang akan terpasang lebih berat dari pada yang di bongkar, tapi jawabannya secara struktur aman, ujar takko,
Kemudian Tim LPK Sulawesi Selatan syahrir tompo juga ikut memberikan saran bahwa jembatan lama ini satu kesatuan dalam kontruksi, apabila roboh di hantam banjir bandang maka semua struktur akan goyang.
“Ini juga yang jadi persoalan di kala sudah ada di antara sumuran yang bolong.
Beban jembatan lama jauh lebih berat dengan jembatan baru, perlu perhatian pemda kabupaten Jeneponto, kata Syahril Tompo.
Reporter: Pupung













