oleh

Terkait Dugaan Pelecehan Terhadap Profesi Wartawan, Ketua KSM Desa Kemligi klarifikasi dan Meminta Maaf

Faktual.Net, Batang, Jateng – Salah satu Ketua KSM Desa Kemligi Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang, hadir ditengah beberapa wartawan turut didampingi oleh struktur keanggotaan (KSB) Ketua Sekretaris Bendahara, mewakili beserta fasilitator di ruang rapat Kantor Dinas PERKIM Batang, Senin (23/11/2020).

kedatangannya itu untuk meminta maaf dan mengklarifikasi atas ucapannya kepada wartawan yang beberapa waktu lalu sempat terjadi Miss komunikasi.

Permohonan maaf tersebut, lantaran perkataannya di dalam obrolan Ketua KSM dan Timlak tingkat dukuh, dalam percakapan melalui Handphone yang sempat mengatakan.

“Wartawan itu hanya mau minta duit saja, jadi jangan nda urus,” kata Zaenal.

Sontak statement tersebut membuat citra wartawan di mata publik menjadi negatif karena telah menjustifikasi bahwa profesi wartawan itu hanya meminta uang saja.

Baca Juga :  Dalam 2 Minggu Terakhir Satresnarkoba Polres Magelang Ungkap 6 Kasus Narkoba Dengan 10 Tersangka

Pernyataan tersebut dikatakan Zaenal, saat dihubungi ustadz Ali, karena pak Zaenal selaku ketua KSM selaku penanggung jawab program makanya ustadz Ali, menghubungi biar bisa ketemu,” terang ustadz Ali, Jumat (20/11/2020).

“Kehadiran Zaenal selaku ketua KSM ini di hadapan beberapa awak wartawan dengan di dampingi Sekertaris dan bendahara KSM, juga dari Dinas, menejelaskan kekhilafannya. Atas apa yang saya lakukan atau yang sudah saya ucapkan saya mohon maaf yang sebesar besarnya kepada rekan rekan wartawan di kota Batang. Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya,” katanya dengan penuh sesal.

Permintaan maaf, Zaenal kepada awak Wartawan dengan sikap kekeluargaan di ruangan rapat kantor perkim Batang, pertemuan tersebut di hadiri oleh beberapa awak media cetak dan media online di ruangan rapat Perkim Senin (23/11/2020).

Baca Juga :  Diduga Stres, Wanita Cantik Hendak Melompat Dari JPO

Sedangkan Tatang Nur, selaku Sekretaris Perkim, mengatakan, kejadian seperti ini seharusnya tidak terjadi, karena wartawan itu adalah mitra kita semua. Sebab besar kecilnya atau keberhasilan suatu daerah berkat campur tangan karya tulis para wartawan juga

“Untuk itu kami selaku pendamping program tersebut sebenarnya, terkait anggaran yang sumber dananya dari APBN ini secara otomatis diawasi Dinas dan juga wartawan selaku kontrol sosial,

Sekretaris Perkim yang di tunjuk oleh Kepala Dinas perkim, untuk mewakili, mengharapkan permasalahan ini dapat kita selesaikan secara kekeluargaan dan cukup sampai disini saja, agar tidak terulang kembali peristiwa seperti ini lagi di kemudian hari tegas Tatang Nur.

Reporter : Agus

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :