Terharu ! Randi Korban Aksi Represif Polisi, Sebelum Meninggal Ia Berpesan Kepada Mahasiswa

2062
Kenangan Almarhum Randi Saat berorasi Pada Aksi Peduli palestina

Faktual.Net, Kendari, Sultra. Aksi penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Hasil Revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Sultra memakan korban. Namanya Randi yang meninggal dunia atas luka tembak pada dada bagian kanan oleh tindakan represif polisi pengaman aksi pada 26/9/2019 di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Randi adalah mahasiswa jurusan Budidaya Perairan (BDP) angkatan 2016 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari. Ia adalah kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kendari yang memiliki semangat juang yang besar.

Yang paling menggetarkan hati para aktifis lainnya, sebelum meninggal ia melakukan sholat Ashar di salah satu masjid sekitar aksi, setelah menunaikan kewajibannya sebagai muslim ia sempat membuat Whatsapp (WA) Story pada pukul 03.29 AM tanggal 26 September 2019, berikut pesan :

“Mahasiswa sebagai agen of change dan social control, Bila Kampus menyibukkanmu dengan aktifitas perkuliahan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Ketahuilah, rakyat saat ini lebih membutuhkan nalar kritis untuk memperjuangkan segala bentuk ketertindasan” pesan Randi Sang Pejuang Penolakan RUU KUHP asal Muna itu.

Sampai saat ini korban bertambah lagi, klik nama Muhammad Yusuf Kardawi

Pesan pada Story WA Randi Untuk Mahasiwa

Reporter : La Ode Haeruddin

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :