Temu Bisnis HPS 39, Dekatkan Pasar Produsen – Konsumen

89

Faktual.Net, Kendari. Sultra. Temu Bisnis bagian dari kegiatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 39 di Kendari, Sulawesi Tenggara. Dibuka oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kemeterian Pertanian RI, Dr. Ir. Kasdi Subagyono, M.Sc, Plaza Inn Hotel Kendari, 3/12/219.

“Kita membangun pertanian berbasis kawasan, membangun produktifitas, meningkatkan nilai tambah, dan hilirisasi, kita dorong petani sampai dengan end produk, kita bangun kemitraan yang berkeadilan, petani happy dan regeneratif, pembeli mendapat kualitas yang lebih baik, dekatkan pasar produsen ke konsumen industri,” ungkap Dirjen Perkebunan Kasdi Subagyono.

Tema kegiatan Temu Bisnis Tahun 2019, Membangun Jejaring Bisnis yang Berkeadilan dan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Petani, merupakan kegiatan yang baru pertamakali diadakan sejak pelaksanaan HPS, hal ini diungkapkan Ketua Panitia Temu Bisnis, Direktur Pengolahan & Pemasaran Hasil Perkebunan Ir. Dedi Junaedi, M.Sc. “Ini baru pertamakali diadakan temu bisnis selama 39 Tahun peringatan HPS, olehnya itu temu bisnis ini harus berorientasi pasar, bagaimana tarik kehulunya,” ungkap Dedi Junaedi.

Baca Juga :  Menkes Berikan Kabupaten Bone Penghargaan Swasti Saba Untuk Ke Tiga Kalinya
Temu Bisnis Dalam Rangka HPS Ke 39 Di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara

Ditambahkannya bahwa tujuan Temu Bisnis, adalah membangun kemitraan mendekatkan petani sebagai produsen dan industri sebagai konsumen bisa dalam bentuk raw material (bahan baku langsung) maupun end material (bahan akhir), dan memotong rantai pasar.

Adapun narasumber Temu Bisnis selain Direktur Jenderal Perkebunan Kementan RI, juga melibatkan pelaku pengelola pertanian, sebagai lesson learning antara lain, Ketua Gapoktan Wangi Panggupay Bandung Jawa Barat, Poktan Organik Maju Tak Gentar Buton Utara, Kapontren Al Ittifak Bandung Jawa Barat, PT Olam/Mondelez, Koperasi Wahyu Utomo Tuban.

Baca Juga :  Menkes Berikan Kabupaten Bone Penghargaan Swasti Saba Untuk Ke Tiga Kalinya

Selain itu, dilakukan penandatangan sejumlah Nota Kesepahaman Bersama/MoU antara pelaku usaha dan petani, disaksikan Direktur Jenderal Perkebunan, dengan kisaran total transaksi mencapai 35 milyar pertahun.

Beberapa pimpinan daerah dan pejabat penting se-Indonesia turut menghadiri kegiatan Temu Bisnis ini, selain peserta, berjumlah sekitar 300 orang, terdiri dari petani perkebunan, tanaman pangan, hortikultura dan perternakan, serta para pelaku usaha (industri/buyer/trader/koperasi/eksportir).

Reporter : Wa Ode Deli Yusniati

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :