Faktual.Net—MAROS, SULSEL— Bagi Abdul Khalik Akbar, yang akrab disapa Bams, kreativitas anak muda tidak cukup hanya diberi panggung. Ia ingin lebih banyak ruang lahir, komunitas tumbuh, dan ide-ide segar anak muda Maros menemukan jalannya untuk berkembang.
Sebagai salah satu penggagas Maros Creative Festival 2026, Bams berharap kegiatan tersebut menjadi titik awal bagi gerakan kreatif yang berkelanjutan di Kabupaten Maros.
Harapan itu disampaikannya saat berbincang santai dengan media di kedai kopi miliknya di Jalan Bakrie, Kelurahan Turikale, Kabupaten Maros, Minggu malam (25/10/2026).
Di luar aktivitasnya sebagai penggagas festival, Bams juga dikenal memiliki hobi bersepeda dan merupakan salah satu pemilik coffee shop di Maros. Kedua aktivitas tersebut menjadi bagian dari kesehariannya yang dekat dengan dunia komunitas dan ruang pertemuan.
Bagi Bams, komunitas kreatif memiliki potensi besar untuk berkembang apabila mendapat ruang berekspresi dan kesempatan berkolaborasi. Karena itu, ia berharap dukungan terhadap anak muda tidak berhenti pada penyelenggaraan acara seremonial.
“Harapan kami, pemerintah bisa memberikan lebih banyak ruang dan memfasilitasi teman-teman komunitas di Maros. Bagaimana pemerintah dan komunitas bisa berjalan bersama, saling mendukung, dan menciptakan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Bams.
Menurutnya, Maros Creative Festival bukan sekadar hiburan, tetapi juga wadah mempertemukan berbagai komunitas, menampilkan karya, sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Maros dan komunitas dapat membangun kolaborasi yang lebih kuat, mulai dari penyediaan fasilitas hingga dukungan terhadap berbagai inisiatif kreatif anak muda.
Bagi Bams, festival ini seharusnya tidak berhenti ketika panggung dibongkar dan keramaian berakhir. Lebih dari itu, harus ada semangat yang terus hidup, jejaring yang semakin luas, dan kesempatan yang semakin terbuka bagi generasi muda untuk berkarya.
Ia pun berharap Maros Creative Festival menjadi pemantik lahirnya lebih banyak kegiatan kreatif yang mampu menggerakkan komunitas, mendukung UMKM, dan menghadirkan energi positif bagi Kabupaten Maros.
Sebab, ketika anak muda diberi ruang untuk tumbuh, kreativitas bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga dapat menjadi kekuatan untuk membangun daerah.
Laporan : Nurhidayat













