Faktual.Net, Balikpapan, Kaltim – Mahasiswa Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo (UHO), kembali menjuarai Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang merupakan satu item kegiatan pada Pertemuan Mahasiswa Teknik Mesin (PMTM) XXIII yang berlangsung di Universitas Balikpapan pada November 2021.
Samidun, La Kino dan Andi Indar Wangi pada Forum Mahasiswa Mesin Indonesia 2021 tersebut mengangkat sebuah rancang bangun Desain Alat Pengering Rumput Laut yang memanfaatkan sinar matahari dan biomassa.
Kepada faktual.net, Samidun selaku ketua tim berucap bahwa tujuan desain ini ditampilkan guna meningkatkan kualitas rumput laut dengan proses pengeringan yang tidak dipengaruhi oleh cuaca dan aman dari kontaminasi benda asing.
“Tujuannya kami menampilkan alat ini di forum nasional, tidak lain adalah meningkatkan kualitas rumput laut para petani/nelayan Sultra”, ucap mahasiswa S1 Program Teknik Mesin UHO ini.
Samidun yang mewakili 11 orang mahasiswa mesin yang turut menghadiri kegiatan tersebut merasa sangat bersyukur dan berterimakasih kepada semua pihak yang telah mensupport.
“Atas nama tim dan seluruh mahasiswa yang berangkat ke Kaltim sy ucapkan syukur kepada Allah Subhanahu Wata’ala, terkhusus kepada pembimbing kami, Dr. Eng, Sudarsono, ST, M.Eng kami ucapkan terima kasih. Walaupun kami hanya memperoleh juara II, tapi ini merupakan langkah awal kami untuk semakin meningkatkan prestasi diajang nasional berikutnya”, tegas Samidun.
Dr. Eng, Sudarsono, ST, MM melalui selulernya mengungkapkan rasa kegembiraan yang mendalam atas prestasi yang diraih anak bimbingannya. Wakil Dekan III Fakultas Teknik UHO tersebut, merasa bangga akan arah pendidikan Teknik Mesin UHO yang saat ini semakin menunjukkan kualitas dan kapasitasnya.
“Saya sangat bangga atas pencapaian dari anak – anak mahasiswa kami. Prestasi ini tentunya merupakan bukti bahwa anak – anak Teknik UHO secara umum, Teknik Mesin UHO secara khusus semakin berkualitas khususnya dalam bidang penalaran dan rancang bangun alat”, ucap Cono sapaan akrabnya.
Ditambahkannya lagi bahwa, alat yang didesain oleh anak didiknya akan sangat bermanfaat buat para petani/nelayan rumput laut di Sultra.
“Sultra ini kan provinsi Kepulauan, ada daratan dan ada lautnya. Petani/nelayan rumput laut kita sangat banyak, tentunya dengan alat ini maka kedepan proses pengeringan rumput laut tidak akan tergantung lagi dari cuaca yang mana selama ini merupakan salah satu kendala yang dihadapi oleh petani/nelayan”, pungkasnya.
Untuk menjadi informasi bahwa LKTI yang berlangsung di Balikpapan tersebut dijuarai oleh Universitas Riau Juara I, Universitas Halu Oleo Juara II dan Universitas Muhammadiyah Metro Juara III. Para Juara mendapatkan Trophy, Sertifikat dan Dana.
Redaksi/Aco RI










