Faktual.Net, Jakarta Selatan – Selama 4 hari berturut-turut dimulai sejak Senin hingga Kamis, 22 – 25 Juli 2019 dilangsungkan kegiatan penumbuhan Wirausaha dan Pengembangan Kewirausahaan di RPTRA Tunas Muda yang beralamat di Jalan Gandaria Tengah I RT 005 RW 001 Kramat Pela, Kebayoran Baru Jakarta Selatan yang diselenggarakan oleh Sudin Perindustrian dan Energi Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Menurut Kepala Seksi Industri dan Energi Sudin PE Jakarta Selatan, Zulkarnain Nasution, pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan implementasi dari Undang Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, serta Pergub Nomor 102 Tahun 2018 tentang Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT).

PJLP (Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan) Mauludin Rahmad Junianto salah satu pendamping yang bertugas merekrut peserta menyampaikan, “Yang ikut pelatihan dari program Gubernur Propinsi DKI Jakarta adalah ibu-ibu yang yang sudah punya usaha atau baru mulai usaha. Peserta dilatih dan diberi ketrampilan yang pada akhirnya diberikan perijinan untuk berusaha,” ungkapnya
Sementara itu Cany Khalid selaku narasumber utama yang memberikan pelatihan kerajinan di RPTRA Tunas Muda itu mengungkapkan, “Pelatihan berlangsung selama 4 hari. Saya kali ini mengajarkan membuat kerajinan tujuannya agar para peserta mempunyai ketrampilan dan senangat menjadi wirausaha. Peserta ditumbuhkembangkan ketrampilannya melalui motivasi yang saya berikan dan membuka mindset wirausaha peserta untuk menjadi pengusaha termasuk juga memperkenalkan batik.
Program Penumbuhan Wirausaha dan Pengembangan Kewirausahaan di wilayah Jakarta Selatan ini berlangsung sejak Maret 2019 di 10 kecamatan di wilayah Jakarta Selatan,” papar Cany Khalid yang lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
“Sasaran audensi ibu-ibu rumah tangga yang tidak bekerja dan pemuda yang belum bekerja dan ini diberikan sertifikat dasar untuk mengajukan ijin usaha,” tambahnya lagi
“Target muara kegiatan ini adalah perijinan dan ekonomi kreatif dan agar ibu-bu mempunyai penghasilan tambahan. Punya kemampuan wirausaha misalnya di bidang kuliner, fashion, sabun dan seperti hari ini membuat kerajinan,”
“Perekrutan peserta ini diinformasikan melalui kantor kelurahan dan kecamatan serta melalui PKK untuk menjangkau ibu-ibu di daerah ke kecamatan ini dengan kuota 40 hingga 50 peserta,” tandas Cany.
Sementara itu salah seorang peserta bernama Linda seorang ibu rumah tangga yang bersuamikan seorang konsultan menyatakan, “Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan Sudin Perindustrian dan Energi ini luar biasa,” ungkapnya.
Pelatihan ini luar biasa karena metode yang diberikan dari narasumber Cany sangat mudah sehingga dalam waktu singkat peserta dapat membuat kerajinan dan timbul ide-ide kreatif.
“Diharapkan nanti Sudin Perindustrian dan Energi Kota Administrasi Jakarata Selatan ini ada kelanjutan dan hasil peserta diikutsertakan dalam pameran atau bazar.” tegasnya.
Semangat luar biasa ditunjukkan oleh peserta karena pada saat break makan mereka sampai lupa makan dan waktu yang mereka rasakan kurang karena pukul 15.00 mereka harus sudah selesai.
Antusiasme ibu-ibu nampak terlihat dari semangat mereka, bahkan ada 2 remaja pria bernama Axel dan Shodiq yang ingin belajar kerajinan. Dan ini merupakan suatu kebanggaan karena program ini diminati para peserta.
Produk yang dihasilkan terdiri atas 6 jenis yaitu : tas bulat, tas kotak, tas kepik, cempal untuk penahan panas, sandal hias dan tempat tisu. Peserta yang potensial akan diarahkan dan dipromosikan.
Cany Khalid berharap agar tahun depan pemerintah melalui Sudin Perindustrian dan Energi Kota Administrasi Jakarta Selatan juga dapat menjangkau generasi muda melalui pelatihan membuat kerajinan yang modern. Dan dengan demikian generasi muda pun dapat berbuat sesuatu yang bermanfaat dan menjadikan penghasilan.
Reporter : Johan S/Priyo JA/Dio AG
















