Faktual.Net, Jakarta – Menyikapi maraknya penerapan sistem pembelajaran online (Daring), Ketua Koordinator Nasional (Kornas) Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA), Naumi menyebutkan bahwa pendidikan Indonesia saat ini sedang bercanda.
Secara realita, Naumi menilai banyak masyarakat Indonesia yang saat ini masih hidup dibawah garis kemiskinan, serta tingkat pendidikan yang masih rendah. Secara garis besar, hal itu berbanding lurus dengan pendapatan atau penghasilan kepala keluarga yang sangat minim.
Naumi menilai, tingginya angka kemiskinan sebagian besar masyarakat semakin diperparah dengan hadirnya wabah Covid-19 di Indonesia. Sistem pendidikan nasional yang seyogyanya berpihak pada generasi muda untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, justru berevolusi bagaikan sistem pembunuhan karakter dan mental siswa, serta ingin memanjakan para pelajar, melalui kebiasaan belajar santai di rumah.
Keadaan semakin diperparah dengan kebutuhan akan gadget dan kuota paket data yang cukup mahal dan memberatkan siswa maupun orang tua, hanya untuk menunjang penerapan sistem pendidikan dengan metode pembelajaran online.
“Pendidikan Indonesia sedang bercanda.
Online hanya makin membuat si miskin menderita, orang kaya makin nyaman belajar di rumah kekenyangan sambil bersendawa,” kata Naumi dalam press release yang diterima Faktual.net pada Minggu, (26/7/2020).
Sementara kata Naumi, di tempat gang-gang sempit masih banyak anak-anak Indonesia yang menangis sambil mengemis iba, hingga terpaksa mengubur cita-cita untuk bersekolah. Penggalangan sistem pendidikan gratis ke masyarakat Indonesia selama ini, dikhawatirkan hanyalah jadi kenangan indah di masa lalu.
“Bertatap muka saja terkadang tidak ada biaya. Apalagi tanpa bertatap wajah. Pendidikan di indonesia makin membedakan kasta. Mau sampai kapan bercandanya?” pungkasnya. (Red/Anto Buteng).












