Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
Politik

Sikap Formateur PKC PMII Jatim Membuat Polemik Kaum Pergerakan Se-Jatim

417
×

Sikap Formateur PKC PMII Jatim Membuat Polemik Kaum Pergerakan Se-Jatim

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Surabaya, Jatim. Sikap arogansi Abdul Ghoni sebagai ketua terpilih/formateur (Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jawa Timur mengundang polemik di kalangan kaum pergerakan, karena pada dasarnya sifat arogansi tersebut terlalu tergesa-gesa, tanpa melihat kondisi internal yang masih amburadul. 

Sulton Arifin selaku Ketua PC PMII Surabaya mengatakan, dirinya menyayangkan sikap Ghoni selaku ketua terpilih PKC PMII jawa timur yang terlalu aktif dalam kancah politik, “khususnya dalam sikapnya yang sedang menyiapkan tokoh pemuda untuk maju di PILWALI Surabaya,” tuturnya di Surabaya. Senin, (24/12/). 

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

Lanjut Sulton, ia menduga sifat optimisme Ghoni tersebut dianggap tanpa dasar melihat Pilwali Surabaya masih kurang 2 tahun, 2 tahun yang akan datang konstelasi politik akan berubah jadi itu sikap yang optimisme tanpa dasar yang di buat oleh ketua PKC.

Sulton menerangi alangkah lebih baiknya jika Ghoni kembali melihat internal PMII Jatim, karena melihat dari terpilihnya pada bulan  Oktober yang lalu sampai hari ini formatur belum kunjung selesai, “belum lagi berbicara pelantikan dan sebagainya yang menjadi kewajiban organisasi terlebih untuk memperhatikan kaderisasi,” tegas Sulton. 

Padahal beliau (Ghoni) juga mantan ketua kaderisasi Jatim, yang seharusnya lebih fokus dengan persoalan kaderisasi, sebagaimana statementnya pada Konferensi Cabang (Konfercab) PC PMII Pamekasan, bahwa PMII adalah organisasi kaderisasi baca; (https://www.nu.or.id/post/read/98941/pkc-pmii-jatim-organisasi-kita-adalah-kaderisasi; ) yang masih perlu di perhatikan agar Ghoni lebih fokus sebagaimana cita-cita besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. 

“Banyak yang perlu diperhatikan sebelum melangkah ke Pemilihan Umum Walikota (Pilwali) karena sikap tersebut sudah memberikan contoh yang kurang baik terhadap regenerasi yang akan datang,” tutupnya. (ari)

Tanggapi Berita Ini