Example floating
Berita

Sikap Arogan Stap Kecamatan Biringbulu menuai Sorotan Publik, Mengamuk dan Membanting Kursi Dihadapan Warga.

×

Sikap Arogan Stap Kecamatan Biringbulu menuai Sorotan Publik, Mengamuk dan Membanting Kursi Dihadapan Warga.

Sebarkan artikel ini
Sikap Arogan Stap Kecamatan Biringbulu menuai Sorotan Publik, Mengamuk dan Membanting Kursi Dihadapan Warga.
Sikap Arogan Stap Kecamatan Biringbulu menuai Sorotan Publik, Mengamuk dan Membanting Kursi Dihadapan Warga.

faktual.net,Gowa,Sulsel – Telah terjadi kegaduhan ‎seorang perempuan atas nama Nurfa yang notabenennya sebagai staf dikantor kecamatan Biring bulu ( Gowa ). Melakukan hal tidak terpuji di tengah tengah mediasi warga di kantor kelurahan Tonrorita, 

‎Sebagai seorang pelayan masyarakat harusnya mengambil sikap yang baik saat mediasi berlangsung, bukannya arogan yang di tampilkan.

‎ 

‎Dari beberapa sumber yang dihubungi pihak media, permasalahan ini merupakan tuntutan hak kepemilikan tanah oleh salah satu anak almarhum inisial TR di kelurahan Tonrorita, 

‎

Menurut keterangan dg ngai bahwa saya cuma minta kejelasan hak saya sebagai anak, masa tanah saya di sertifikatkan atas namanya, ( Firman dg.ngerang ) namun mereka enggan memberikan kejelasan atas hak kami sebagai pemilik.

‎”anak dari firman Atas nama Nurfa memaki saya dengan kata kata kasar,

‎”Heii kamu itu Baru tinggal beberapa tahun disini, kami sudah lama jelas kami lebih tau siapa pemiliknya,!! pungkas daeng ngai menirukan nada bicara Nurfa.

‎

‎ Daeng ngai nama samaran merupakan anak TR, melaporkan tanahnya beberapa bulan lalu untuk di ikut sertakan penerbitan serifikat promo pertanahan di kelurahan Tonrorita kabupaten Gowa, 

‎perkara ini muncul saat petugas dari pertanahan mengukur dilokasi yang telah di tentukan pihak keluarga, namun hasil berkata lain, tanah tersebut sudah di sertifikatkan oleh salah satu warga Atas namanya. 

‎Tak tanggung tanggung 7 lokasi dari 5 pemilik, diatas namakan dirinya, yang diduga milik orang lain.

‎

‎Dari temuan ini, daeng ngai merasa di rugikan dan melaporkan hal tersebut kepemerintahan setempat untuk meminta kejelasan haknya atas kepemilikan tanah orang tuanya.

Baca Juga :  Wujud Nyata Polisi Bersama Masyarakat, Kapolresta Batang Hadiri Kegiatan Minggu Kasih di GKJ Batang

‎

‎Untuk lebih jelasnya perkara ini, daeng ngai meminta bantuan kepada pihak Bhabinsa untuk di pertemukan sama Bapak Firman daeng ngerang yang sekaligus sebagai pelaksana desa pencong Biring bulu 

‎ bertepatan dengan hari Jum’at 16/10/2026 kedua belah pihak di pertemukan dikantor kelurahan Tonrorita oleh pak Bhabinsa Tonrorita Sertu Sudirman dari Koramil 1409/07.

‎ 

‎Saat mediasi berlangsung Nurfa mengeluarkan kata kata yang membuat daeng ngai murka lantaran di tunjuk bahkan dibentak sambil memukul meja dengan nada arogan. 

‎

‎Dengan cekatan sertu Sudirman melerai keduanya agar tidak terjadi kontak pisik, namun peringatan itu tidak diindahkan oleh Nurfa, bahkan beberapa kali Nurfa terlihat hendak menerkam daeng ngai meskipun sudah di tegur.

‎tak terima di bentak begitu saja daeng ngai membalas dengan nada tinggi pula hingga terjadi perdebatan,

‎ untuk menghindari kontak pisik daeng ngai bersama beberapa warga meninggal kan ruang kantor,  

‎Namun emosi yang meledak-ledak dari Nurfa hingga dia membanting kursi di hadapan warga dan Bhabinsa yang masih berada di ruang.

‎

‎Dari kejadian ini pihak keluarga daeng ngai akan melaporkan kepihak berwajib atas dugaan penyerobotan tanah oleh pak. Firman daeng ngerang.

‎

‎Kelakuan seorang stap kecamatan menuai kritik sorotan publik, agar camat Biring bulu mengambil sikap tegas memberikan peringatan bahkan sangsi kepada Nurfa yang membuat gadu publik.

‎

‎

‎Reporter :: Dhenkjallo

Tanggapi Berita Ini