oleh

Seminar dan Gathering Building Engineer Association (BEA) Indonesia Tahun 2019

FAKTUAL.NET – JAKARTABuilding Engineers Association Indonesia (BEA) adalah organisasi profesi non profit yang dibentuk sebagai wadah profesi dan forum silaturahim serta komunikasi antar sesama pelaku teknis pengelola bangunan gedung. Nama BEA Indonesia dipakai agar mencakup semua ahli teknik (engineer) yang menangani pemeliharaan dan perawatan gedung, tidak terbatas pada bangunan tertentu sehingga cakupannya luas meliputi :hotel,gedungperkantoran,apartemen/kondominium, mal, rumah sakit, gedung sekolah dan komplek serta pabrik/pergudangan.

Di tahun yang sama setelah event sebelumnya di bulan Juli tahun ini, BEA kembali mengadakan acara seminar dan gathering di akhir tahun ini, Sabtu (14/12/2019)  yang bertempat di Hotel Grand Paragon kawasan Gajah Mada Jakarta Pusat.

Bapak Mardi Utomo Ketua Umum BEA

Di event akhir tahun ini BEA mengusung tema: “DIGITALISATION IN THE BUILDING MANAGEMENT”.  Latar belakang tema yang diusung saat ini karena revolusi industri 4.0 menuntut SDM fleksibel, mampu beradaptasi dengan kreatif, berpikir kritis, komunikasi dan kolaborasi. Salah satu prosesnya adalah transformasi digitalisasi dimana teknologi Informasi menjadi pendukungnya.

Building Engineer sebagai bagian penting dari perubahan ini harus mulai bergerak, berselancar dengan perkembangan jangan sampai tergulung oleh perubahan.

BEA sebagai asosiasi yang salah satu misinya peningkatan kompetensi Building Engineer memberikan kontribusinya dengan mengadakan Seminar dengan tema “Digitalisasion in the Building Management”, yang diikuti oleh ratusan member dari Jakarta dan daerah yang dihadiri oleh 10 daerah seperti Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jogyakarta, Banten, Jawa Barat, kepulauan Riau, Lampung, Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur.

Ketua Umum BEA Bapak Mardi Utomo berfoto bersama beberapa Panitia

Dalam sambutanya Ketua Umum BEA Indonesia Bapak Mardi Utomo mengatakan, “Bahwa building engineers pengelola gedung harus mampu selalu upgrade keahlian dan kompetensinya agar  bisa terus mengikuti perkembangan jaman karena sekarang ini sudah masuk era digitalisasi maka semua BEA member harus mampu memahami hal tersebut,” ungkapnya.

Menurut Ketua Umum selain kegiatan  Seminar dan Gathering BEA Indonesia juga mempunyai divisi Pengembangan dan Pelatihan juga Lembaga Sertifikasi yang merupakan sarana untuk melakukan Uji Kompetensi Profesi yang mampu mencetak tehnisi pengelola gedung bangunan yang handal, mumpuni dan mampu bersaing termasuk dengan engineer dari mancanegara, BEA ingin  melindungi para engineering pemeliharaan bangunan gedung dalam negeri untuk terus berkarya dan mengembangkan inovasinya dalam pembangunan, ujar mantan direktur tehnik Hotel berbintang lima di bilangan Kuningan Jakarta ini.

Baca Juga :  Komunitas Pintu Literasi Sukses Melaksanakan Bazar dan Dialog Silaturahmi Dengan Pemuda Dataran Tinggi Gowa

Selain kegiatan seminar dan gathering banyak kegiatan yang lain seperti Ngopi BEA (ngobrol pintar BEA), bedah rumah kanker dan kegiatan sosial lainnya.

BEA Indonesia juga sering diminta menjadi pembicara di daerah- daerah, lanjut pria kelahiran Malang Jawa Timur ini.

Menyikapi banyaknya  organisasi profesi sejenis dewasa ini Ketua Umum BEA Indonesia dengan bijak menyampaikan bahwa semakin banyak organisasi profesi khususnya pengelola gedung bangunan semakin bagus karena akan melahirkan tehnisi-tehnisi yang berkualitas dan mumpuni.

Banyak yang bisa dilakukan oleh BEA Indonesia tetapi BEA tidak mau mengambil job yang menjadi haknya konsultan dan kontraktor, BEA lebih fokus di bidang operation and mentainance ujar Ketua Umum.

Seminar ini mengundang pembicara yang profesional dan terpercaya untuk terjun langsung dalam proses transformasi digital dalam pengelolaan gedung. Para Nara Sumber berbagi pengalaman mereka ketika merencanakan, membangun dan mengimplementasikannya.

Talkshow event kali ini dibagi dua sesi. Sesi pertama dipandu oleh dua orang moderator Jimi Grapina dan Budi Utomo yang merupakan Pengurus  BEA Indonesia.  Diawali dengan paparan tentang pentingnya sertifikasi di era globalisasi dimana mengutamakan keunggulan SDM dibandingkan faktor faktor lain dan pergeseran keunggulan komparatif ke keunggulan kompetitif yang dijelaskan oleh Bapak Dr. Adjat Daradjat Kartawijaya, Drs. M.Si, Kepala Badan Pengembangan Profesi Universitas Nasional yang menjelaskan pentingnya kompetensi yang dimiliki oleh engineer gedung dalam menghadapi perubahan yang serba cepat dan tidak linear kedepan.

Di era revolusi industri 4.0 profesi sangat penting dan akan selalu berkembang.

Menurut bapak Adjat seseorang yang profesional adalah orang yang bisa menempati janjinya yang sudah mendapat pengakuan  kemampuan dan keahliannya dari lembaga sertifikasi profesi. Dalam kesempatan ini bapak Adjat menyampaikan materi dengan judul mengelola masa depan yang penuh resiko. Untuk tetap bertahan tenaga profesi harus mampu menghadapi tantangan perubahan, inovatif, kreatif, adaptif dan komitmen yang tinggi, pungkasnya.

Bapak Dr. Ir. Hariyanto. M.T. | Direktur Konservasi Energi |Ditjen Energi Baru Terbarukan Kementrian ESDM RI menjelaskan tentang standar dan regulasi konservasi energi seperti UU No. 30 /2007 tentang Energi, PP No. 70/2009 tentang Konservasi Energi, Kepmen Ketenagakerjaan No. 53/2018 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia bidang Audit Energi dan beberapa lagi peraturan pemerintah terkait konservasi energi.

Baca Juga :  Komunitas Pintu Literasi Sukses Melaksanakan Bazar dan Dialog Silaturahmi Dengan Pemuda Dataran Tinggi Gowa

Bapak Harris ST. MT | Direktur Aneka Energi & Energi Terbarukan | Ditjen Energi Baru Terbarukan Kementerian ESDM menjelaskan SNI Konservasi Energi gedung dan Energi Efisiensi Konservasi Energi bermuatan oil, Peraturan Pemerintah No. 79/2014 tentang Peraturan Energi Nasional dengan memaksimalkan penggunaan energi terbarukan guna mengurangi pemakain energi fosil ke depan.

Bapak Ilham Wahyudi | Head Of Sustainability Program Strategy & Monitoring | Sinarmas Land yang menceritakan suksesnya Program Eficiency Energy yang dilakukan di Sinar Mas Land.

Bapak Eka Himawan – Managing Director – PT Xurya Daya Indonesia sebagai Vendor solar energy yang mendukung pemerintah dalam gerakan ini.

Di sesi kedua yang di pandu narasumber Bapak Erwin divisi litbang dan John Pandra  divisi regulasi dan teknik lingkungan BEA membahas tentang Digital transformation untuk memaksimalkan produktivitas dalam building management dengan nara sumber :

Ibu Christina NG | CFM, LEED Green Associate Senior Associate Director | Colliers International yang memberikan pencerahan soft skill pentingnya Digitalisai untuk lebih memudahkan proses penyampaian data serta menjelaskan tentang Holistic building life cycle dimana sebuah gedung mempunyai suatu life cycle dimulai dari ketika dirancang (planning), lalu dibangun (construction), commissioning, operation and maintenance, setelah sekian waktu perlu direnovasi, lalu sampai akhir masa hidupnya gedung tersebut akan dihancurkan. Dari tiap fase di life cycle tersebut perlu dikelola secara digital karena banyak data dan proses yang harus dikelola, dimonitor, dianalisa, yang akan membantu dalam proses pengambilan keputusan.

Bapak Erwin Christian | Building Manager | PT. Sugih Berkat menceritakan pengalamannya mendevelop sistem dari nol hingga dapat diimplementasikan.

Bapak Agung Budiyanto, ST., MT | Deputi GM Property & Construction Services DES Telkom | PT. Telkom Indonesia yang membahas pentingnya digitalisation yang telah di implementasikan Telkom dalam mendukung management gedung.

Banyak sekali manfaat yang bisa dipetik dalam seminar kali ini. BEA berharap para Building Engineer terinspirasi, dan berkreasi melakukan perubahan di  masing-masing operasional gedungnya dan menjadikan Building Engineer “stay relevant” di zaman perubahan yang serba cepat ini.

BEA Indonesia yang berdiri sejak 11 tahun yang lalu dalam kiprahnya sudah banyak memberikan kontribusi khususnya di bidang pengelolaan gedung bangunan yang sejalan dengan program pemerintah.   (Johan Sopaheluwakan)

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :