Johan Sopaheluwakan, S.Pd., C.EJ., C.BJ., CLA-D (Kaperwil Faktual.net Provinsi DKI Jakarta)
Faktual.net – Jakarta Barat, DKI Jakarta – Jumat, 10 April 2026 – Mazmur 84:11-12 (TB) – “Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.”
Banyak orang mencari kebahagiaan di berbagai tempat—karier, relasi, pencapaian, atau materi. Ketika satu hal tercapai, muncul keinginan lain. Seolah-olah kebahagiaan selalu ada di depan, tetapi tidak pernah benar-benar dirasakan sepenuhnya.
Mazmur 84 memberikan perspektif yang berbeda. Pemazmur mengekspresikan kerinduan yang sangat dalam akan hadirat Tuhan. Baginya, berada dekat dengan Tuhan bukan sekadar kewajiban rohani, melainkan sumber sukacita yang sejati.
Dalam ayat sebelumnya, pemazmur bahkan berkata bahwa satu hari di pelataran Tuhan lebih baik daripada seribu hari di tempat lain (ay. 11). Ini bukan bahasa berlebihan, melainkan ungkapan hati yang sudah merasakan bahwa tidak ada yang bisa menggantikan hadirat Tuhan.
Menariknya, pemazmur juga menggambarkan perjalanan menuju rumah Tuhan sebagai sebuah proses. Orang yang berjalan melalui “lembah Baka”—tempat yang kering dan sulit—justru mengubahnya menjadi tempat yang penuh mata air (ay. 7). Ini menunjukkan bahwa kedekatan dengan Tuhan tidak hanya memberi sukacita saat keadaan baik, tetapi juga memberi kekuatan di tengah kesulitan.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kehidupan spiritual yang sehat, seperti doa dan perenungan, berkaitan erat dengan tingkat kebahagiaan dan ketenangan batin yang lebih tinggi. Ini menegaskan bahwa manusia memang diciptakan untuk memiliki hubungan dengan Tuhan.
Mazmur ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan sejati bukan berasal dari apa yang kita miliki, tetapi dari Siapa yang kita miliki. Ketika Tuhan menjadi pusat hidup kita, kita menemukan sukacita yang tidak tergantung pada keadaan. Oleh karena itu, datanglah mendekat kepada-Nya, karena di hadirat-Nya ada sukacita yang penuh dan kekuatan untuk menjalani setiap musim kehidupan.
“Kebahagiaan sejati tidak ditemukan dalam dunia, tetapi dalam hadirat Tuhan.” —Charles Spurgeon–

















