Faktual.Net, Malut,Tidore. Dari hasil pemantauan lapangan akibat bencana banjir, gelombang pasang dan abrasi pantai yang terjadi di beberapa kecamatan di kota Tidore kepulauan disebabkan karena curah hujan yang tinggi disertai dengan cuaca ektrim beberapa bulan kemarin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) mencatat sejumlah temuan yang berdampak langsung ke Masyarakat di sejumlah kelurahan dan desa .
Sementara itu, Menurut kepala BPBD Muhammad Abubakar Saat ditemui sejumlah Awak media di ruang kerjanya, mengatakan bahwa kejadian bencana banjir, tanah longsor, gelombang pasang dan abrasi pantai dari tahun 2022 sampai awal tahun 2023 sering terjadi yang puncaknya terjadi pada tanggal 5 april 2023.
” Satu tahun lalu hingga awal tahun 2023 bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan banjir rob yang puncaknya pada 5 April 2023, hingga adanya kerusakan pada dinding penahan tanah maupun tembok pengaman Pantai,”ungkap Muhammad.

Sementara data yang ditemukan dilapangan, bencana Alam tersebut berdampak langsung ke masyarakat di beberapa kelurahan dan desa diantaranya, Talud Penahan Ombak di Kelurahan Rum Balibunga RT.04 Kecamatan Tidore Utara yang mengalami rusak berat hingga mengancam Pemukiman Penduduk pesisir pantai, dan beberapa fasilitas umum seperti terminal, pelabuhan Rum, dan Gardu PLN. Sementara Talud Penahan Ombak RT.05 juga Mengalami hal yang serupa. Kerusakan yang sama juga terjadi di Kelurahan Akelamo, Desa Siokona Kecamatan Oba Tengah dan Desa Maidi kecamatan Oba Selatan, yaitu rusaknya Talud Penahan ombak yang berada di pesisir pantai
Untuk diketahui, dari kejadian tersebut Jumlah penduduk terdampak di kelurahan Rum Balibunga mencapai 19 kepala keluarga 85 jiwa, 17 kepala keluarga 65 jiwa di kelurahan Akelamo, 10 kepala keluarga 28 jiwa di desa Siokona dan 30 kepala Keluarga 105 Jiwa di desa Maidi
Reporter : Aswan














