oleh

Satlantas Polrestabes Makassar Laksanakan Razia Tanpa Papan Informasi, AKBP Zulanda Terkesan Mengejek Wartawan

faktual.net, Makassar, Sulsel. Sweeping yang terjadi di persimpangan lima Bandara Makassar menuju Maros dan begitupun sebaliknya Maros menuju Makassar mengakibatkan macet kurang lebih 4 kilometer dari arah Maros menuju ke Makassar, Selasa 23 Agustus 2022.

Sweeping yang dilakukan oleh puluhan anggota Satlantas Polrestabes Makassar Bersama Dinas Perhubungan diduga tidak dilengkapi dengan papan informasi, sehingga banyak pengendara yang berhenti dan mengakibatkan kemacetan panjang hingga sampai ke Kota Maros.

Berdasarkan hasil pantauan dari wartawan faktual.net, didapat tidak adanya papan informasi yang di pasang oleh Polantas Polrestabes Makassar saat melakukan sweeping dan waktu sweeping yang lewat dari jam istirahat.

Ket Foto : Beberapa oknum anggota Satlantas Polrestabes Makassar masuk ke pos sembunyi terkesan menghindari wartawan saat di datangi untuk di mintai keterangan terkait Operasi tersebut.

Saat ditanya kepada petugas yang melakukan sweeping, kenapa tidak ada papan informasi? petugas mengatakan sudah selesai tapi tidak menjawab terkait tidak adanya atribut kelengkapan papan informasi.

Diduga bahwa sweeping kendaraan yang dilakukan Polisi Lalu Lintas Polrestabes Makassar terkesan mencari-cari kesalahan pengendara lebih menonjol dibandingkan dengan upaya Polantas memberi edukasi agar tak lagi melakukan pelanggaran.

Seharusnya operasi atau razia atau sweeping harus dilakukan dengan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 42 tahun 1993 tentang Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan.

Pada pasal 1, membahas definisi pemeriksaan, yakni serangkaian tindakan yang dilakukan oleh pemeriksa terhadap pengemudi dan kendaraan bermotor.

Dalam pemeriksaan ini dilakukan dalam hal memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan (spion, sein, lampu rem, lampu utama menyala, dan lain lain), serta pemenuhan kelengkapan persyaratan administratif (STNK dan SIM).

Sedangkan Pasal 2, disebutkan, petugas yang melakukan pemeriksaan atau razia kendaraan bermotor di jalan harus dilengkapi surat penugasan yang dikeluarkan oleh Kapolri untuk pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas Polri, dan menteri untuk pemeriksaan yang dilakukan oleh pemeriksa PNS.

Dalam surat perintah tugas tersebut, sebagaimana yang termuat dalam pasal 14, harus pula memuat beberapa hal sebagai berikut:

a. Alasan dan jenis pemeriksaan.

b. Waktu pemeriksaan.

c. Tempat pemeriksaan.

d. Penanggung jawab dalam pemeriksaan.

e. Daftar petugas pemeriksa.

f. Daftar pejabat penyidik yang ditugaskan selama dalam pemeriksaan.

Dalam PP tersebut juga mensyaratkan semua petugas yang melakukan razia wajib menggunakan pakaian seragam dan atribut yang jelas.

Seperti tanda-tanda khusus sebagai petugas pemeriksa dan perlengkapan pemeriksaan.

Untuk razia yang dilakukan oleh polisi, maka petugas harus menggunakan seragam dan atribut yang ditetapkan.

Lalu, di pasal 15 ayat 1-3, disebutkan bahwa pada tempat pemeriksaan wajib dilengkapi dengan tanda yang menunjukkan adanya pemeriksaan kendaraan bermotor.

Tanda dimaksud harus ditempatkan pada jarak sekurang-kurangnya 100 meter sebelum tempat pemeriksaan.

Salah satu anggota Propam Polrestabes Makassar atas Nama Burhan saat di Konfirmasi terkait papan Informasi kegiatan operasi tersebut dan siapa pimpinannya mengatakan, Sudah selesai sweping dan semua perwira sudah pulang kami hanya membantu dinas perhubungan.

“Kami hanya membantu Dinas Perhubungan dan terkait papan informasi sweping tidak ada kami hanya membantu Dishub”, ucapnya Burhan dari propam Polrestabes Makassar.

Ket Foto, sekitar pukul 12 Lewat, pas di belakang anggota Propam Polrestabes Makassar saat melakukan Razia kendaraan, yang katanya oknum anggota tersebut sudah selesai razia, tetapi fakta di TKP masih melakukan operasi, nanti setelah di tegur awak media baru oknum propam tersebut menyuruh bubar anggota Satlantas tersebut.

Sementara di lokasi setelah pada pukul 12 Lewat dan di katakan sudah bubar tetap saja masih ada oknum Anggota Satlantas yang melakukan Razia dan itu terjadi pas di belakang anggota Propam Polrestabes Makassar Burhan.

Sementara itu Kasat Lantas Polrestabes Makassar AKBP Zulanda S.I.K., M.H. saat di konfirmasi awak media mengatakan dengan nada mengejek, Wow luar biasa itu , tapi ngga macet video ta ?.

“Video macetnya ada ?, Wah ngga macet berarti ya Saya lihat GPS ngga macet. Besok videokan macetnya ya bang Karena kalau ngga ada video macet ntar jadi hoax”. ucapnya.

Lanjut AKBP Zulanda mengatakan, Saya kasih tahu kasat lantas Maros untuk tutup putarannya dulu. Razia itu ada tiga 1. Stationer 2. Hunting 3. Kombinasi hunting dan stationer.

“Sedangkan sprin stationer pada perwira atau Bintara Tinggi di suatu tempat Semua pers Satlantas dibekali sprin. Kalau melihat dari GPS google map kepala macet pada sop saudara dari arah Maros”, lanjutnya.

Ia juga mengatakan, kalau hunting pathner tidak perlu papan bicara , karena jumlah persnya tidak besar sepasang atau 2 pasang saja.

“Ini dari Maros menuju kota, Itu kepalanya di sop saudara Maros 😅. Kalau pakai plank berarti dlm kekuatan besar, Kalau ada indikasi pungli pasti ditangkap”, tuturnya dengan nada mengejek.

lebih lanjut ia mengatakan, anggota propam itu mengawasi kalau anggota bermain tadi saya yang suruh cek, Kalau pendampingan tidak perlu perwira, karena mendampingi dishub yang melaksanakan tugasnya diluar daerah.

“Dishub pun polanya hunting. Puluhan orang ?. Kalau dari foto ngga sampai 10 😅 , Kalau saya lihat 4-6 orang. Mana mungkin main sendiri 😅
Saat ini ada 3 pendampingan
1. Mendampingi dishub sprin tersendiri
2. Mendampingi satpol pp sprin tersendiri
3. Mendampingi bapenda sprin tersendiri”, ucapnya.

Sementara Kasat Lantas Polrestabes Makassar di tanya terkait papan informasi kenapa tidak di pasang ia berdalih bahwa anggota yang melakukan Sweeping hanya 4-6 orang saja. Tetapi fakta di lapangan ada puluhan anggotanya yang melakukan Sweeping.

Reporter: Saenal Abidin

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :