Example floating
BeritaEdukasiPendidikan

Safe Tech : Pesisir Tangguh Melalui Sistem Informasi

×

Safe Tech : Pesisir Tangguh Melalui Sistem Informasi

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Pulau Sebesi

Faktual.net, Lampung Selatan — Pulau Sebesi, sebuah pulau kecil yang terletak di Selat Sunda dekat Gunung Krakatau, menjadi lokasi pelaksanaan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berbasis kepakaran bidang ilmu oleh tim dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Program yang berjudul “Safe Tech: Pesisir Tangguh Melalui Sistem Informasi” ini dipimpin oleh La Ode Alam Minsaris, S.Pi, M.Si, seorang dosen Program Studi Sistem Informasi Kelautan, dengan anggota Luthfi Anzani, S.Pd, M.Si, serta mahasiswa dari program studi yang sama, yaitu Indi Arifah, Nida Sarah, dan Intan Tirayni.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Pulau Sebesi terhadap bencana alam, sekaligus mempromosikan potensi ekowisata lokal. Dengan pendekatan teknologi informasi, tim pengabdian berhasil mengembangkan sebuah website inovatif bernama SebesiSafeTech yang menyediakan informasi mitigasi bencana sekaligus menjadi platform promosi ekowisata. Website ini memuat fitur penting, seperti jalur evakuasi, titik kumpul, status kebencanaan terkini, dan panduan mitigasi bencana, yang dapat diakses masyarakat dan wisatawan secara mudah.

Tahap awal program dimulai pada Agustus 2024 dengan survei lokasi untuk mengidentifikasi potensi wisata dan kebutuhan mitigasi bencana. Survei meliputi identifikasi jalur evakuasi, potensi lokasi ekowisata seperti mangrove, spot diving, dan snorkeling, serta pemetaan titik koordinat untuk jalur evakuasi. Selain itu, tim juga melibatkan masyarakat setempat melalui sosialisasi interaktif untuk memastikan program ini dapat diterima dan dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini menjadi bagian penting untuk mendukung keterlibatan masyarakat lokal dalam implementasi program.

SebesiSafeTech tidak hanya memuat informasi kebencanaan tetapi juga mempromosikan Pulau Sebesi sebagai destinasi ekowisata. Melalui fitur paket wisata yang ditawarkan, wisatawan dapat menemukan informasi tentang pengalaman menarik di Pulau Sebesi, seperti menyelam, menikmati matahari terbenam, dan mengunjungi penangkaran penyu. Konsep open trip yang ditawarkan diharapkan dapat memberdayakan masyarakat lokal sebagai pemandu wisata dan pengelola fasilitas wisata, sehingga memberikan dampak positif pada ekonomi lokal.

Baca Juga :  Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan

Selain pengembangan website, program ini juga berfokus pada pemberdayaan masyarakat dalam memahami pentingnya mitigasi bencana. Tim memberikan pelatihan kepada warga mengenai penggunaan website dan langkah-langkah menghadapi situasi darurat. Edukasi ini tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat tetapi juga menciptakan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan dan mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir Pulau Sebesi.

Dalam perjalanan program, tantangan terbesar yang dihadapi adalah minimnya infrastruktur, seperti jalan yang rusak dan penerangan yang kurang memadai. Kendala ini memengaruhi kelancaran perpindahan antar lokasi saat survei dan pelaksanaan kegiatan. Namun, melalui koordinasi yang baik dengan masyarakat lokal dan pemangku kepentingan, kendala ini dapat diatasi. Fleksibilitas dan kolaborasi menjadi kunci keberhasilan program ini.

Evaluasi program menunjukkan hasil yang menggembirakan. Website SebesiSafeTech tidak hanya menjadi pusat informasi bagi masyarakat Pulau Sebesi tetapi juga menarik perhatian wisatawan lokal dan internasional. Dengan fitur yang terus diperbarui, website ini berhasil menjadi solusi digital yang relevan untuk pengelolaan risiko bencana sekaligus promosi ekowisata. Hal ini memberikan peluang besar untuk meningkatkan visibilitas Pulau Sebesi sebagai destinasi wisata yang aman dan menarik.

Melalui dukungan dari UPI, program ini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Selain memberikan solusi mitigasi bencana, program ini juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Dengan inovasi seperti SebesiSafeTech, Pulau Sebesi kini memiliki peluang lebih besar untuk berkembang sebagai kawasan pesisir tangguh yang ramah lingkungan.

Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini tidak hanya berhasil memberikan dampak langsung bagi masyarakat Pulau Sebesi tetapi juga menjadi model yang dapat diadopsi oleh wilayah pesisir lainnya di Indonesia. Sinergi antara akademisi, teknologi, dan masyarakat lokal menjadi fondasi untuk menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan, baik dalam pengelolaan bencana maupun pengembangan potensi pariwisata.

Tanggapi Berita Ini