Faktual.Net, Kendari, Sultra. Reses masa sidang 2020 – 2021 kembali dilakukan oleh Sudarmanto Saeka, SE,.M.Si. Kegiatan yang dilakukan guna mendapatkan masukan dan saran dari masyarakat yang menjadi daerah pemilihannya tersebut berlangsung pada Sabtu, 5/6/2021 bertempat di Kampung Nanga-Nanga, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Memulai diskusi dengan masyarakat Nanga-Nanga, Sudarmanto Saeka mengatakan bahwa kegiatan reses adalah agenda wajib bagi dirinya selaku wakil rakyat dengan maksud mendengarkan suara arus bawah terkait program-program apa saja yang harus dikawal di DPRD Sultra dalam upaya mensejahterakan masyarakat yang menjadi dapilnya.
Sudarmanto Saeka berharap kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut agar mengutarakan apa saja yang menjadi kebutuhan dasar mereka dalam rangka peningkatan kesejahteraannya, terutama melalui sektor perkebunan, yang mana mayoritas masyarakat Kampung Nanga-Nanga menggantungkan mata pencahariannya dari berkebun.
Aziz Tora selaku Ketua Gapoktan Wanggu Bersatu yang hadir dalam acara reses tersebut mengatakan yang paling mendasar dibutuhkan oleh masyarakat adalah alat-alat produksi bidang pertanian dan perkebunan. “Yang dibutuhkan masyarakat disini pak adalah alat-alat yang mendukung kegiatan kami dalam berkebun, selain itu bibit juga sangat kami butuhkan dan tidak kalah pentingnya jalan usaha tani”, ucap Aziz Tora.
Aziz mengatakan bahwa didalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Wanggu Bersatu, terhimpun 4 kelompok tani didalamnya. Selama ini, mereka sudah sering mendapatkan bantuan bibit tapi sifatnya sangat terbatas, tidak sebanding dengan luasan lahan yang mereka miliki.

Senada dengan rekannya, Saleh salah satu Ketua Kelompok Tani yang tergabung dalam Wanggu Bersatu mengatakan bahwa selama ini ada bantuan bibit dari pihak pemerintah yang diturunkan melalui kelurahan tapi jumlahnya sangat terbatas.
“Kami punya lahan pak diatas 1 hektar, tapi kami dapat bantuan bibit semisal Mangga atau Durian paling banyak 10 pohon. Tentu ini sangat tidak mencukupi”, kata Saleh.
Saleh mengharapkan agar ketika pemerintah menurunkan bantuan sebaiknya langsung di kelompok tani, jangan lagi singgah dikelurahan. “Kami berharap pak, sebaiknya kedepan, kalau hasil reses ini menghasilkan bantuan buat kami, sebaiknya langsung di Kelompok Tani kami, jangan lagi lewat kelurahan agar bantuan itu terfokus pada kelompok tani kami, harap Saleh.
Menutup diskusi karena sudah memasuki waktu sholat magrib, Sudarmanto Saeka meyakinkan kepada warga yang hadir bahwa usulan-usulan warga yang masuk dalam resesnya akan dibawa pada sidang DPRD. “InsyaaAllah bapak dan ibu, kita berdo’a bersama agar usulan bapak dan ibu masuk di APBD Perubahan dan tugas saya untuk mengawalnya melalui dinas terkait, sampai bantuan yang nantinya turun ke kelompok tani bapak dan ibu sekalian”, tutup Sudarmanto Saeka.
Pantauan faktual.net, acara diakhiri dengan sholat magrib berjamaah dimasjid kampung Nanga-Nanga.
Reporter : Aco RI
















