Oleh: Johan Sopaheluwakan
Faktual.net – Jakarta Barat – DKI Jakarta – Senin (1/9/2025) – Dalam perjalanan hidup, kita seringkali terlalu fokus pada hasil akhir, seperti seorang perajut yang tak sabar melihat wujud rajutannya. Padahal, keindahan sejati justru terletak pada prosesnya. Sama halnya dengan perburuan suvenir masa lalu, kenangan indah hadir melalui proses memori yang dihadirkan.
Namun, seringkali kita terlena dengan kesenangan dan harta duniawi. Kita lupa bahwa di mana hati kita tertambat pada harta, di situlah kita berada. Padahal, semua itu fana dan tidak kekal.
Kita diajarkan untuk mengumpulkan harta di surga, harta yang abadi. Harta duniawi seperti uang, barang, dan kesenangan akan sirna dan kita tinggalkan di dunia ini.
Yesus Kristus mengingatkan kita untuk mengumpulkan harta di surga. Harta rohani ini berupa ibadah, ketaatan kepada Allah, pembacaan Firman Tuhan, pelayanan di gereja dengan bakat dan waktu, doa untuk orang lain, sikap baik, memberi semangat, serta berbagi pengalaman iman.
Harta rohani ini memiliki nilai baik di dunia maupun di rumah kita yang kekal. Ia adalah investasi abadi yang akan menemani kita hingga akhir hayat.
Oleh karena itu, marilah kita tidak hanya fokus pada harta duniawi yang fana, tetapi juga mengumpulkan harta rohani yang kekal. Dengan demikian, hidup kita akan bermakna dan bernilai di mata Tuhan.
Semoga renungan ini dapat menginspirasi kita semua untuk lebih mengutamakan harta rohani daripada harta duniawi.
#RenunganInspirstif
#JSMinistry
#JournalistService
#RotiKehidupan
#Medio 1/9/2025
















