Example floating
Example floating
Headline

Nakoda Baru Marga Aruan Se-Jabodetabek Menjabat sampai Pemilu 2029

×

Nakoda Baru Marga Aruan Se-Jabodetabek Menjabat sampai Pemilu 2029

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net – Jakarta –  29 April 2026 – Perkumpulan Keturunan Marga Aruan, yang bernama Punguan Pomparan Puraja Aruan Dohot Boruna se-Jabodetabek, kini memiliki pemimpin baru untuk periode 2026 hingga 2029. Kepengurusan inti yang sah dan resmi tersebut dilantik pada Sabtu, 25 April 2026, dalam acara yang berlangsung khidmat di Auditorium “Prof. dr. W.H. Sibuea, Sp.PD.” Rumah Sakit Tebet, Jakarta.

Pelantikan jajaran pengurus dipimpin langsung oleh Ketua Umum Punguan yang baru terpilih, Partogi Jayasa Putra Aruan. Sebagai bentuk pengesahan komitmen pengabdian, seluruh pengurus yang dilantik juga menerima peneguhan kerohanian yang dipimpin oleh Pendeta DR. Farel Sibuea, M.Th.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Prosesi ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan pengesahan yang telah dilakukan sebelumnya. Pada Minggu, 19 April 2026, pelantikan Badan Pengurus Harian telah berlangsung di Gedung KNPI Velodrome, Rawamangun. Keabsahan hasil pelantikan tersebut disahkan langsung oleh jajaran penasihat dan natua-tua (tetua) Marga Aruan, serta mendapat peneguhan dari Pendeta Jerry Aruan.

Kehadiran serta restu dari para penasihat dan tetua tersebut memberikan legitimasi yang kuat bagi jajaran pengurus untuk segera menjalankan tugas dan peran organisasi.

Berikut adalah susunan kepengurusan inti periode 2026–2029:

– Ketua Umum: Partogi Jayasa Putra Aruan
– Wakil Ketua Umum: dr. Yesaya Baringin Aroean, Sp.B.
– Sekretaris Umum: DR. Reytman Aruan, S.H., M.Hum.
– Wakil Sekretaris Umum: Manuntun Aruan, S.E.
– Bendahara Umum: Ridwan Sihombing
– Wakil Bendahara Umum: Bonnur Br. Aruan

Baca Juga :  Antam Lakukan Kajian Mendalam Sebelum Operasi Tambang Garut, Sambil Berikan Manfaat Langsung bagi Masyarakat

Usai acara pelantikan, Ketua Umum Partogi Jayasa Putra Aruan menjelaskan bahwa fokus utama kepengurusannya adalah memastikan warisan dan nilai-nilai leluhur tidak hilang di tengah perkembangan ibu kota. “Sebagai keturunan Puraja Aruan, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga martabat leluhur. Visi saya adalah melestarikan budaya dan adat istiadat Batak agar tetap dihayati dan diwariskan kepada generasi penerus di wilayah Jabodetabek. Organisasi ini menjadi wadah persaudaraan untuk merawat nilai-nilai seperti Dalihan Na Tolu agar tidak tergerus oleh perubahan zaman,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum dr. Yesaya Baringin Aroean, Sp.B., menambahkan bahwa upaya pelestarian budaya harus sejalan dengan penyelenggaraan organisasi yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. “Agar tetap relevan, memberikan manfaat, dan bermanfaat bagi seluruh anggota, Punguan Aruan harus dikelola secara modern dan profesional. Kami berencana menerapkan sistem manajemen yang lebih adaptif dan transparan dengan memanfaatkan teknologi terkini. Kami ingin organisasi ini tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi institusi yang mampu memberdayakan setiap anggotanya dalam menghadapi berbagai tantangan,” katanya.

Dengan menggabungkan dua visi besar tersebut, yaitu pelestarian budaya dan penyelenggaraan organisasi yang profesional, diharapkan Punguan Pomparan Puraja Aruan Dohot Boruna se-Jabodetabek dapat menjadi organisasi yang kuat, bermartabat, dan menjadi contoh bagi organisasi marga lainnya. (Red/JS/YBA)

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit