Rektor UHO “Hasil Hutan Bukan Hanya Kayu”, ILMI Sultra “Ada Juga Madu”

160

Faktual.Net, Kendari, Sultra. Hasil hutan dalam pikiran kebanyakan orang adalah kayu. Faktanya adalah banyak hasil hutan yang bernilai ekonomis tinggi yang bukan kayu. Hal tersebut dikatakan oleh Prof. Dr. Muhammad Zamrun Firihu saat didaulat untuk membuka kegiatan seminar nasional “Hasil Hutan Bukan Kayu” di Claro Hotel Kendari pada Senin, 2/12/2019.

Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) tersebut mengatakan bahwa tugas UHO sebagai lembaga akademik adalah melakukan penelitian – penelitian yang muaranya adalah kemaslahatan umat, kemaslahatan bangsa dan negara. Walaupun Zamrun juga mengakui bahwa penelitian itu tidak hanya di UHO tetapi instansi – instansi luar UHO juga melakukan penelitian, bahkan perseorangan pun melakukan penelitian.

“Seminar yang dilakukan hari ini adalah merupakan kegiatan akademik yang ujungnya adalah kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra)”, kata Zamrun.

Baca Juga :  3.500 Sertifikat Tanah Program PTSL Dibagikan di Jakarta Utara

“Selama ini banyak orang selalu mengidentikkan bahwa hasil itu adalah kayu, itu semua anggapan yang keliru sebab dihutan banyak sekali sumber daya alam yang bisa diolah dan tentunya bisa memberi manfaat yang besar bagi kesejahteraan masyarakat”, ungkap Profesor yang pernah mengenyam pendidikan di Jepang.

Ditempat yang sama, Suhardi ketua Ikatan Lebah Madu Indonesia (ILMI) Sultra mengatakan bahwa salah satu hasil hutan bukan kayu yang sangat berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat adalah Madu.

Pameran ILMI Sultra Di Seminar Nasional Hasil Hutan Bukan Kayu Universitas Halu Oleo, Dari Kiri Ke Kanan : Anggi Nurhafizhah Alang, Triska Amalia Santi

Suhardi menambahkan bahwa berdasarkan data ILMI Sultra potensi madu hutan di Sultra sangatlah besar. Untuk Konawe saja, dalam interval waktu 1 tahun, petani Konawe menghasilkan sampai 10 ton madu hutan dari lebah jenis Apis Dorsata.

Baca Juga :  Seminar dan Gathering Building Engineer Association (BEA) Indonesia Tahun 2019

“Potensi madu di Sultra ini sangatlah banyak, jika ini dikelola dengan baik, saya yakin akan memberikan manfaat yang besar untuk peningkatan ekonomi masyarakat”, kata pria yang merupakan warga asli Latoma Tua tersebut.

Untuk informasi bahwa seminar hari ini turut di hadiri oleh Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Ikatan Lebah Madu Indonesia (ILMI) Sultra, Kesatuan Pengelola Hutan (KPH), akademisi dari beberapa Universitas di Indonesia serta tamu undangan.

ILMI Sultra sendiri hadir dengan lima produk yang dinaunginya yakni : Madu Murni “Abu Ken”, MaduQi Premium, Madu Kambaka, Madu Lokha dan Madu Latoma Old.

Reporter : Aco RI

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :