Example floating
Example floating
DaerahRagam

Refleksi 90 Tahun Sumpah Pemuda, Ketua LMND Baubau Serukan Persatuan Nasional

×

Refleksi 90 Tahun Sumpah Pemuda, Ketua LMND Baubau Serukan Persatuan Nasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Baubau, Sultra. Sebagai refleksi 90 Tahun Sumpah Pemuda, Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Baubau, La Ode Farhan menyeru agar para pemuda dapat membangun Persatuan Nasional, Ganti Haluan Ekonomi serta Wujudkan Pendidikan Gratis, Ilmiah dan Demokratis.

Saat dimintai tanggapannya terkait peran pemuda dalam sejarah perjalanan bangsa, Ketua LMND Kota Baubau La Ode Farhan mengatakan, pada moment tanggal 28 oktober 1928 yang dikemas melalui kongres Pemuda II, seluruh perwakilan pemuda yang berasal dari daerah yang masih bersifat lokalisme pada saat itu bersepakat untuk menyuarakan serta mengikrarkan diri agar selalu bersatu dalam satu bangsa, bahasa dan tanah air satu yakni Indonesia.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Tekad dan ikhtiar kesatuan bangsa, kesatuan bahasa dan kesatuan tanah air ini menjadi awal kekuatan kaum muda untuk menyuarakan pentingnya sebuah perasatuan ditengah penindasan kolonialisme dimasa itu.

“Tanpa persatuan dari semua suku-suku di Indonesia, maka hal yang mustahil bila kita bisa melawan dan mengusir kolonialisme pada saat itu,” ungkap La Ode Farhan pada Minggu, 28/10/2018.

Lanjut dari itu, ia menuturkan pula bahwa kekuatan kemerdekaan Indonesia dalam melawan penindasan kolonialisme adalah kekuatan persatuan.

“Semangat persatuan ini juga menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi kolonialisme, imperialisme dalam menjarah dan mengeksploitasi bangsa Indonesia,” tuturnya.

Ketua Eksekutif LMND Kota Baubau, La Ode Farhan

Seiring dengan perkembangan situasi sosial, ekonomi, politik selam 90 tahun sejak sumpah pemuda di ikrarkan, mengalami sebuah penurunan semangat dan cita-cita. Menurut Farhan, Penurunan semangat dan cita-cita ini tidak lepas dari peran kekuasaan yang berkuasa serta mengabaikan perjalanan history kebangsaan.
Baca Juga :  Akhirnya Penantian Berakhir Semangat Masyarakat Desa Bontotangnga Mengantarkan Perbaikan Jalan Poros yang Lama Terabaikan

Sejak orde baru berkuasa dan membuka kran investasi seluas-luasnya, maka hal ini sebagai pintu masuk bagi kekuatan imperialisme untuk menjarah dan mencaplok bangsa ini.

Regulasi pro kapital dan investasi menjadikan bangsa ini sebagai pusat penyedia bahan baku, tenaga kerja, serta pasar komoditas bagi negara-negara kapitalis

Di lain sisi Pendidikan Indonesia telah berada di bawah dikte pasar. Perjanjian multilateral di antara negara-negara anggota World Trade Organization (WTO) telah menetapkan pendidikan sebagai salah satu sektor industi tersier.

“Produknya berupa jasa pendidikan yang diperjualbelikan. Dengan demikian pendidikan telah resmi menjadi komoditi ekonomi dan ditempatkan di bawah rezim pasar bebas,” kata Farhan.

Olehnya itu, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi menyerukan kepada para calon Presiden/Wakil Presiden dan para calon anggota legislatif agar senantiasa:
1. Haluan ekonomi Indonesia harus diganti dari ekonomi liberal menjadi ekonomi yang berlandaskan pada Pasal 33 UUD 1945.
2. Harus ada perubahan paradigma pendidikan nasional yang berorientasi profit/laba kearah pendidikan yang memanusiakan manusia serta dapat diakses oleh seluruh rakyat Indonesia
3. Wujudkan pendidikan gratis, ilmiah dan Demokratis
4. Menyerukan kepada seluruh gerakan rakyat dan mahasiswa untuk menguatkan persatuan Nasional anti Imperialisme sebagai kekuatan sejati rakyat Indonesia.

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit