faktual.net, Konawe, Sultra. Petani Tongauna yang tergabung pada Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) se Kecamatan Tongauna mendatangi Badan Urusan Logistik (Bulog) Kabupaten Konawe pada Kamis pagi, 6/11/2025. Kedatangan ratusan Petani yang dipimpin oleh Saharuddin Malik tersebut diterima oleh Kabulog Kabupaten Konawe Muhammad Abdan Djarmin.
Didepan kantor Bulog Saharuddin Malik menyampaikan orasinya dengan membeberkan banyak hal terkhusus harga gabah ditingkat petani yang merosot membuat petani Tongauna resah dan alami kerugian.
Mewakili para petani Tongauna, Saharuddin Malik meminta kepada Bulog agar penyerapan gabah disesuaikan dengan Inpres Nomor 6 Tahun 2025 yakni HPP Rp. 6.500/Kg dengan tidak memilih varietas.
Selain itu, Saharuddin Malik juga meminta kepada Bulog dan mitra Bulog agar terbuka dan transparan dalam melakukan pengujian rendemen padi sehingga tidak dijadikan alasan untuk menurunkan harga gabah.
Ditambahkannya lagi, bahwa Bulog tidak boleh mengatakan bahwa gudang beras penuh dan dijadikan alasan untuk menolak gabah petani. Menurut, Saharuddin Malik pada bulan Juni – September harusnya beras yang berada di gudang Bulog habis didistribusikan sehingga hasil panen petani bisa tertampung dan diserap Bulog.
Pantauan faktual.net, dalam aksi yang dilakukan KTNA juga turut melibatkan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Inolobunggadue yang dipimpin oleh I Made Mitra. Kehadiran petani di kantor Bulog tersebut dikawal oleh aparat keamanan dari Polres Konawe.
Redaksi/Asman
















