Example floating
Example floating
Metropolitan

Prabowo Enggan jadi Politisi Omdo, Umbar Janji Tak Ditepati

×

Prabowo Enggan jadi Politisi Omdo, Umbar Janji Tak Ditepati

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Purwakarta-Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto menyatakan tak ingin menjadi politisi yang kerap mengumbar janji-janji manis tanpa bukti nyata.

Hal itu ia utarakan dalam kesempatannya hadir dalam acara Silaturahmi Nasional Koperasi MDS (Mekar Digital Sejahtera) Coop 2023 sekaligus merayakan HUT ke-2 Tahun, di Purwakarta, Sabtu (16/12/2023).

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Mulanya, Prabowo mengungkap bahwa setiap jelang Pemilihan Umum, akan ada banyak sekali sosok politisi yang kerap mengumbar janji manis, namun tak ditepati.

“Kita sering tiap kali mau Pemilu, Pilkada banyak Politisi selalu obral janji, datang janji, asal janji, asal ngomong omdo, omong-omong doang yakan? Bener tidak?,” ujar Prabowo

“Betul,” sahut para hadirin.

Terlebih, ada banyak sekali oknum politisi yang pintar bersilat lidah. Namun, Prabowo meyakini jika rakyat Indonesia sudah cerdas dan pintar hingga tak mudah dibohongi.

Baca Juga :  Polres Kepulauan Seribu Gelar Jakarta On The Spot Jumat Peduli Bersama Komunitas Sabuk Kamtibmas, Perkuat Sinergi Ojol dan Nelayan

“Ada yang sangat pintar bicara, muter sini, muter sana, tetapi, saya yakin, saya percaya, rakyat kita tidak bisa dibohongi terus menerus,” kata Prabowo

Untuk itu, cita-cita mulia Prabowo di sisa usianya kini hanya ingin mengabdikan diri meluruhkan segenap jiwa dan raganya untuk bangsa dan negara dan meneruskan pembangunan dan pemerintahan yang telah dilakukan oleh Presiden RI Jokowi.

“Karena itu, saya tidak mau asal janji, saya menulis buku, saya taruh hitam di atas putih, silakan pelajari,” tuturnya

Menurutnya, Indonesia adalah negara kaya, permasalahannya yang disorot Prabowo yakni apakah para pemimpin-pemimpin bangsa ini mampu mengelola kekayaan tersebut.

“Adik-adikku yang aku sayangi, negara kita sungguh sangat kaya, masalahnya adalah bisa tidak bangsa kita terutama para pemimpin-pemimpinnya, mampu atau tidak, kita menjaga dan mengelola kekayaan tersebut. Itu masalahnya,” ujarnya.

(Amin)

Tanggapi Berita Ini