Faktual.net – Jakarta Utara, DK Jakarta – 8 Desember 2024 – Gereja Keluarga Kristus (GKK) merayakan Natal dengan khidmat pada Minggu, 8/12/2024.
Acara yang dihadiri ratusan jemaat dan simpatisan ini mengangkat tema “Nama di Atas Segala Nama,” berdasarkan Filipi 2:5-11.
Pdms. Sutini Perwata memimpin ibadah yang menekankan makna kelahiran Yesus Kristus dan ajakan untuk merendahkan diri dan berserah kepada Tuhan.
Ibadah Natal GKK diawali dengan lantunan Pujian Natal yang menggemakan cinta dan kasih Kristus. Ps. Sutini Perwata dalam khotbahnya mengajak jemaat untuk merenungkan kisah hidup Yesus, dimulai dari keberadaan-Nya yang kekal sebelum penciptaan dunia, hingga kematian-Nya di kayu salib.
Ia menekankan kuasa Ilahi yang ada pada Yesus Kristus (Filipi 2:6) dan kemuliaan-Nya sebagai Anak Allah (Ibrani 1:3). Meskipun Yesus memiliki kesetaraan dengan Allah, Ia merendahkan diri menjadi manusia, hidup sebagai manusia biasa, belajar, bekerja sebagai tukang kayu, dan mengalami segala hal layaknya manusia lainnya, meskipun tanpa dosa.
Ps. Sutini Perwata menjelaskan bahwa meskipun Yesus mengalami kerendahan hati sebagai manusia, keilahian-Nya tetap tak terpisahkan. Ketaatan Yesus sampai mati di kayu salib (Filipi 2:8) menjadi puncak dari pengorbanan-Nya.
Namun, cerita Yesus tidak berhenti di situ. Allah meninggikan Yesus dan memberikan-Nya nama di atas segala nama, sebuah nama yang diakui oleh seluruh ciptaan.
Lebih lanjut, Ps. Sutini Perwata mengajak jemaat untuk meneladani sikap Yesus dengan merendahkan diri dan berserah kepada Tuhan (Filipi 2:5). Ia mengingatkan bahwa seringkali manusia terlalu bergantung pada kemampuan sendiri dan melupakan kuasa Tuhan.
Ia mendorong jemaat untuk menyerahkan segala masalah dan kehendak mereka kepada Tuhan, percaya bahwa Tuhan akan mengangkat, menopang, dan memulihkan mereka. Kisah Saulus dan Silas yang tetap memberitakan Injil meskipun menghadapi ketakutan menjadi contoh nyata dari ketaatan dan penyerahan diri kepada Tuhan.
Ps. Sutini Perwata menutup khotbahnya dengan pesan yang menyentuh, bahwa Natal bukan hanya tentang liburan dan belanja, tetapi sebuah undangan untuk mengenal Yesus Kristus dan membiarkan-Nya bekerja secara ajaib dalam kehidupan mereka. Ia mendoakan agar damai sejahtera dan berkat Tuhan menyertai seluruh jemaat. Acara diakhiri dengan doa bersama dan ucapan “Merry Christmas, Immanuel, Bapa Kekal, Raja Damai.” dari lubuk hati yang paling dalam dari hambaNya Ps. Sutini Perwata.
Reporter: Johan Sopaheluwakan





















