Example floating
Example floating
BeritaDaerahPemerintahan

Permudah Diagnosa Covid-19, Pemkot Tikep Bakal Sediakan Alat PCR

×

Permudah Diagnosa Covid-19, Pemkot Tikep Bakal Sediakan Alat PCR

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual. Net, Tidore, Malut. Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan dalam waktu dekat akan mengalokasikan Anggaran untuk pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tikep melakukan pengadaan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dapat mendiagnosa penyakit Covid-19.

Selain itu, Pemerintah Daerah juga sudah siap untuk menggelontorkan anggaran terkait dengan Ruang Laboratorium tekanan Negatif di RSUD Tikep beserta isinya, dengan tujuan agar dalam pemeriksaan pasien Covid-19, virus tersebut tidak menyebar keluar dan mengganggu pasien lainnya.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Hal ini ditegaskan Wakil Walikota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen dalam menjawab upaya penanganan Covid-19 di Kota Tidore,

“Kami akan melakukan pengadaan alat PCR di RSUD untuk memudahkan petugas kesehatan dalam mendiagnosa Virus Corona, selain itu di RSUD Kota Tikep juga nantinya akan disediakan Ruang Laboratorium Tekanan Negatif untuk memudahkan para dokter melakukan pelayanan,” tuturnya.

Lebih lanjut, orang nomor dua di Kota Tidore Kepulauan ini menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Tidore Kepulauan agar tetap taat terhadap anjuran pemerintah, pasalnya tujuan daripada apa yang dilakukan oleh pemerintah tidak lain hanya untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

“ketika Pak Wali jatuh sakit, dan sekda meninggal dunia, pribadi saya merasa terpukul, namun sebagai pemimpin saya tidak boleh lengah dan harus menghadapi situasi ini walaupun dalam keadaan sendiri, olehnya itu saya berharap adanya kesadaran dari masyarakat untuk mendukung kebijakan pemerintah, karena tidak ada niat sedikitpun Pemerintah untuk menzolimi rakyat Tidore, melainkan bertujuan untuk menyelamatkan warga Tidore itu sendiri, jadi saya harap semua elemen masyarakat dapat bergandeng tangan dan bersatu dengan Pemerintah untuk kita berjuang sama-sama melewati musibah luar biasa ini,” ungkapnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Direktur RSUD Kota Tikep dr. Fachrizal Maradjabessy mengaku bahwa langkah Pemerintah daerah Kota Tidore Kepulauan sangat membantu pihak RSUD dalam hal penanganan Covid-19 di Kota Tidore kepulauan.

Baca Juga :  Pendamping Sosial Kemensos Verifikasi Komitmen Pendidikan Penerima Bansos di Kecamatan Bontolempangan

Pasalnya untuk saat ini, RSUD Kota Tikep belum memiliki Ruangan Tekanan Negatif beserta alat PCR, untuk itu perlu disedikan ruangan tersebut agar dalam melakukan isolasi pasien telah memenuhi standar sesuai dengan kementrian Kesehatan, juga tidak terjadi penyebaran virus kemana-mana.

“Untuk penyediaan ruangan tekanan negatif guna melakukan isolasi terhadap pasien Covid-19 itu membutuhkan anggaran senilai Rp. 3,5 Milyar,” ungkapnya.

Sementara untuk alat PCR sendiri kata dr. Fahrizal bahwa anggarannya terbilang sedikit mahal namun sangat dibutuhkan oleh pihak RSUD Kota Tikep, karena manfaatnya sangat besar bagi penanganan Covid-19, sebab sudah bisa mendeteksi secara langsung terkait dengan warga yang terjangkit corona tanpa harus menunggu waktu lama seperti yang dilakukan melalui Rapit Tes.

Sehingga warga masyarakat yang merasa berkontak langsung dengan pasien positif Corona tidak perlu membuang-buang waktu beserta anggaran untuk melakukan Rapit Tes, sebab jika sudah dilakukan sweb tes dengan menggunakan PCR maka hasilnya langsung bisa diketahui, dan jika hasilnya tidak positif maka warga bersangkutan tidak perlu diisolasi melainkan langsung kembali ke rumah dan berkumpul dengan keluarga. namun jika hasilnya positif maka petugas kesehatan sudah bisa memastikan keluarga dekat yang telah berkontak dengan pasien positif Corona, sebelum terjadinya penyebaran yang meluas dari keluarga akibat tidak diketahui adanya virus tersebut.

“SDM kami sudah siap, namun saat ini kami periksa dengan menggunakan alat Tes Cepat Molekuler (TCM) yang biasa dipakai untuk periksa penyakit TBC namun tinggal diganti ketriknya saja seperti yang dilakukan di Ternate, tetapi untuk ketriknya ini kita harus punya ruang tekanan negatif baru bisa dikirim oleh kemenkes, karena stok yang tersedia masih sangat terbatas karena harus impor dari Amerika, tetapi kalau kita sudah punya PCR maka sudah tidak perlu menunggu pengiriman ketrik dari kemenkes,” jelasnya.

 

Reporter : Aswan Samsudin

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit