Faktual.Net, Konawe – Upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam penyelenggaraan jenazah sesuai syariat Islam terus dilakukan. Tim Pengabdian Internal Universitas Muhammadiyah Kendari menggelar kegiatan bertajuk “Penyelenggaraan Jenazah Berbasis Fiqih Kontemporer bagi Masyarakat dan Majelis Taklim Desa Amesiu” di Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, pada 11 Oktober 2026.
Kegiatan ini bertujuan membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menjalankan fardu kifayah, mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga memakamkan jenazah, dengan tetap memperhatikan tuntunan syariat Islam serta persoalan fiqih kontemporer.
Tim pengabdian tersebut dipimpin Awardin, S.Pd.I., M.Ag., dengan anggota Ardianto Aziz, S.Pd.I., M.A. Adapun materi disampaikan oleh Dr. Yusuf, M.Pd.I., dan Dr. Muallimah, M.Ag., yang mengulas tata cara penyelenggaraan jenazah dalam perspektif fiqih Islam.
Peserta kegiatan terdiri atas para imam masjid dan anggota Majelis Taklim Desa Amesiu. Mereka mengikuti pemaparan materi dan diskusi dengan antusias, terutama terkait pemahaman tata cara penyelenggaraan jenazah yang benar dan sesuai tuntunan agama.
Ketua tim pengabdian, Awardin, mengatakan bahwa pengetahuan mengenai penyelenggaraan jenazah perlu terus diperkuat di tengah masyarakat. Menurutnya, pemahaman teoritis harus diimbangi dengan keterampilan praktis serta kesiapan sumber daya manusia agar pelayanan kepada umat dapat berjalan dengan baik.
“Penyelenggaraan jenazah bukan hanya persoalan pengetahuan, tetapi juga membutuhkan keterampilan dan kesiapan masyarakat dalam menjalankan kewajiban fardu kifayah,” menjadi penekanan dalam kegiatan tersebut.
Salah satu hasil penting dari kegiatan ini adalah terbentuknya Tim Penyelenggara Jenazah Majelis Taklim Desa Amesiu, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe. Pembentukan tim tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun kemandirian masyarakat untuk memberikan pelayanan kepada keluarga yang sedang berduka.
Keberadaan tim juga diharapkan dapat mempermudah koordinasi ketika terjadi kematian di lingkungan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan tanggung jawab keagamaan.
Antusiasme peserta tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan. Anggota Majelis Taklim Desa Amesiu turut berharap program serupa dapat dilanjutkan melalui pembinaan berkala, pelatihan praktik, dan pendampingan. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berhenti pada teori, tetapi dapat diterapkan secara langsung ketika masyarakat membutuhkan pelayanan penyelenggaraan jenazah.
Melalui program pengabdian ini, Universitas Muhammadiyah Kendari berupaya memperkuat kapasitas keagamaan masyarakat sekaligus mendorong peran aktif imam masjid dan majelis taklim dalam memberikan pelayanan keagamaan.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal dari pembinaan yang berkelanjutan, sehingga masyarakat Desa Amesiu semakin mandiri dalam melaksanakan fardu kifayah serta mampu menghadirkan pelayanan keagamaan yang terorganisasi, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Reporter: Kariadi













