
Faktual.Net, Kendari — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar upacara dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) Sulawesi Tenggara (Sultra) ke-60.
Peringatan tersebut berempat di pelataran Kantor Gubernur Sultra (27/04/2024).
Diawali pengecekan pasukan upacara oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sultra yang kemudian pembacaan sejarah terbentuknya Provinsi Sultra. Pembentukan Provinsi Sultra ditetapkan sebagai Daerah Otonom berdasarkan Perpu No. 2 tahun 1964 Juncto UU No.13 Tahun 1964
Acara dilanjutkan dengan penghormatan Lambang Daerah Provinsi Sultra dan Pemberian Satyalancana Karya Satya sesuai Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia (RI), Nomor: 114/TK/Tahun/2023 tentang Penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya yang ditandatangani pada tanggal 06 November 2023. Berikut nama-namanya.
1. Dudi Cahynto Pidani., S. Sos, Jabatan sebagai Kabag Pemerintahan Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda ProvinsiSultra dengan masa kerja 30 tahun
2.Subaedi Toba, S. TP., M. Si, Jabatan Kasi. Konsumsi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Prov. Sultra 30 tahun
3. Usnia, M. A.Md.Keb.SKM, M.KM, Kepala Dinas Kesehatan Prov. Sultra 30 Tahun
4. Dra. Hj. Fauziah ZA, Analisis Kesejahteraan Aparatur SDM Badan Kepegawaian Daerah Prov. Sultra 30 Tahun
5. Martinus Rorrong Padaunan, Jabatan Pengadministrasi Umum Rumah Sakit Jiwa Prov. Sultra 20 Tahun
6. Dr. Laode Muh. Al Basyir Yamin Putra, S,tp., M. Si, Jabatan Kabid. Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sultra, masa kerja 20 tahun.
7. Maswiah Larisu, S. Pd., M. Pd, Guru Madya SMAN 3 Raha Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, 20 Tahun
8. Dra. Jusmaniar, Pengawas sekolah madya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Sultra, 20 Tahun
9. Rafiuddin Ringkoda Madya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, 10 tahun
10. Lamponga, Petugas Administrasi Kepegawaian Badan Kesatuan bangsa dan politik Sultra, 10 Tahun.
11.Syafiat Musi., S.Pd., M. Pd, Kepala Sekolah SMAN 2 Raha Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, 10 tahun
12. Andriani Widyastuti., S.P, Pemeriksaan pupuk dan pestisida Dinas Perkebunan dan Holtikultura Provinsi Sultra.
Dalam sambutannya, Pj Gubernur Sultra mengatakan untuk menggugah diri khususnya aparat Pemda, Para Wakil Rakyat dan Birokrasi lainnya yang merupakan bagian dari Pemerintahan Daerah (Pemda) Sultra menjadi pelayanan publik.
“Menjadi pelayanan publik karena hasil pengorbanan para pendahulu dimaknai dengan sebaik-baiknya untuk merefleksikan kembali pemahaman dan pemikiran kita semua sebagai anak bangsa yang berada di Sultra,” ucapnya
Tak hanya itu, Pj Gubernur Sultra sangat bangga dan menaruh harapan pada semua Pelayan Publik untuk berani melakukan kritik diri, untuk lebih mampu membangun diri serta menjadi pribadi yang sadar menjadi pelayan publik.
“Pelayan publik itu yang memiliki kesadaran, bahwa kita adalah manusia-manusia yang diberi kesempatan berharga oleh Allah SWT yang telah memilih kita sebagai abdi negara dan sudah seharusnya kita mendedikasikan hidup untuk kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.
Sultra menjadi makro jalan perjuangan untuk melahirkan kesejahteraan di 1.908 desa dan 379 kelurahan. Kesejahteraan rakyat di 22 kecamatan, 15 Kabupaten dan 2 Kota.
Dia juga memandanng 60 tahun ini Sultra, saatnya seluruh pelayanan publik untuk bangkit menyatukan diri dan empat, membangun komitmen, cambukkan diri untuk lebih bersungguh-sungguh dalam bekerja, bersama kita berkomitmen membangun Sultra untuk kemaslahatan 2.726.590 jiwa rakyat yang hidup dan menghidupi 590 pulau yang berada di Sultra.
“Saatnya di usia 60 tahun Sultra, menjadi tonggak kita bersama untuk sebarkan energi positif, siarkan kebenaran dan kebaikan melalui tugas dan jabatan yang kita emban dan jabatan ada masanya, usiapun ada saatnya. Mari kita tinggalkan legacy kebaikan dan kesejahteraan bagi Sultra,” pungkasnya.
Repoter: Kariadi













