Faktual.net, Jeneponto, Sulsel– Suasana adat yang penuh kekeluargaan mewarnai prosesi penerimaan uang panai sebesar Rp150 juta yang berlangsung pada dini hari di Dusun Bunnea, Desa Bungunloe, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto Minggu (16/11/2025).
Prosesi adat tersebut turut dihadiri oleh Kepala Desa Bungunloe, Andi Rahman, yang datang langsung untuk menyaksikan jalannya acara dari awal hingga akhir.
Tradisi penyerahan uang panai menjadi bagian penting dalam adat pernikahan Bugis-Makassar, sebagai simbol penghargaan, komitmen, serta kesungguhan pihak laki-laki kepada keluarga perempuan.
Untuk Dillah, Anak dari Rudi dan Asnah Fanir.
Uang panai sebesar Rp150 juta itu diserahkan kepada pihak perempuan, Dillah, anak dari Rudi dan Asnah Fanir, serta cucu dari Nurhayati. Kehadiran keluarga besar dari kedua belah pihak membuat suasana semakin penuh kehangatan, meski acara berlangsung pada waktu dini hari.
Pihak keluarga menjelaskan bahwa nilai uang panai tersebut merupakan hasil musyawarah bersama yang diterima dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan, sesuai adat yang berlaku dan terus dipertahankan oleh masyarakat setempat.
Kepala Desa Andi Rahman Hadir Menyaksikan Langsung
Kehadiran Andi Rahman sebagai Kepala Desa Bungunloe mendapat apresiasi dari keluarga dan tokoh masyarakat. Beliau hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian adat serta menunjukkan perhatian penuh terhadap kegiatan-kegiatan budaya yang rutin dilaksanakan oleh warganya.
Tokoh masyarakat menyebut, kehadiran pemerintah desa dalam acara adat seperti ini menjadi salah satu bukti bahwa nilai budaya masih dihargai dan dijaga dengan baik.
Acara Berlangsung Tertib Meski Digelar Dini Hari
Meski prosesi digelar di waktu dini hari, seluruh rangkaian acara berjalan dengan sangat tertib dan penuh kekhidmatan. Doa bersama, sambutan keluarga, serta prosesi penyerahan uang panai dilakukan dengan rapi sesuai tata cara adat Bugis-Makassar.
Hubungan kekeluargaan antara kedua belah pihak juga tampak semakin erat, ditandai dengan suasana saling menghormati dan penuh keakraban selama jalannya acara.
Harapan Menuju Pernikahan yang Lancar dan Berkah
Setelah prosesi penerimaan uang panai selesai, kedua keluarga menyampaikan harapan agar semua tahapan berikutnya menuju pernikahan dapat berlangsung tanpa hambatan. Mereka juga berharap agar calon pasangan diberikan kelancaran dan keberkahan ketika memasuki kehidupan rumah tangga.
Budaya Bugis-Makassar Terus Dijaga di Tingkat Dusun
Prosesi yang dilaksanakan di Dusun Bunnea ini kembali menegaskan bahwa masyarakat di wilayah pedesaan, khususnya Desa Bungunloe, masih menjaga erat adat dan tradisi warisan leluhur. Pelestarian budaya seperti ini dinilai penting untuk memperkuat nilai kebersamaan dan identitas masyarakat Bugis-Makassar.
Reporter Sattu.
Redaksi.













