Faktual.net – Jakarta Pusat, DKI Jakarta – Jumat (21/11/2025) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar konferensi pers Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) periode Oktober 2025 di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (21/11/2025). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menunjukkan komitmen Pemprov DKI terhadap transparansi fiskal dan akuntabilitas publik dalam proses pembangunan kota.
Dalam paparannya, Gubernur Pramono Anung menyampaikan bahwa kondisi perekonomian Jakarta stabil dan mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 4,96 persen pada triwulan ketiga tahun 2025.
– Pertumbuhan Ekonomi: Tercatat sebesar 4,96 persen, mencerminkan ketahanan ekonomi daerah dan pemulihan yang konsisten di berbagai sektor, terutama jasa, transportasi, dan akomodasi.
– Kontribusi terhadap PDB Nasional: Jakarta terus menjadi pusat perputaran ekonomi nasional dengan kontribusi sebesar 16,39 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
– Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi: Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jakarta berada pada kisaran 4,6 hingga 5,4 persen pada 2025, sejalan dengan meningkatnya aktivitas dunia usaha dan mobilitas masyarakat.
– Inflasi: Terkendali sebesar 2,69 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,86 persen. Stabilitas harga ini diwujudkan melalui kolaborasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama lintas pemangku kepentingan.
– Upaya Pemprov DKI: Menjaga keterjangkauan harga lewat program pangan bersubsidi bagi kelompok rentan, kerja sama antardaerah untuk memastikan kecukupan pasokan, serta penguatan rantai distribusi melalui gerak Jakmart, Jakgrosir, dan revitalisasi pasar. Pengawasan harga secara intensif diupayakan melalui rapat mingguan TPID.
Ketenagakerjaan:
– Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): Menurun menjadi 6,05 persen per Agustus 2025. Penurunan ini merupakan hasil positif dari berbagai program penempatan kerja yang telah dilaksanakan secara masif sepanjang tahun.
– Program Penempatan Kerja: Hingga Oktober 2025, Pemprov DKI telah menyelenggarakan 20 job fair di berbagai wilayah, 280 kelas pelatihan reguler, serta 245 pelatihan Mobile Training Unit (MTU) di 93 kelurahan.
– Sektor Dominan: Sektor perdagangan, akomodasi dan makanan-minuman, serta transportasi dan pergudangan masih menjadi sektor dominan dalam penyerapan tenaga kerja.
– Inklusi Disabilitas: Pemprov DKI Jakarta juga memastikan penyandang disabilitas memperoleh akses kerja yang setara melalui penyelenggaraan Job Fair and Upskilling Disabilitas 2025.
– Realisasi Investasi: Hingga Triwulan III 2025 mencapai Rp204,13 triliun atau tumbuh 6,4 persen dibandingkan periode sebelumnya.
– Kontribusi terhadap Investasi Nasional: Kontribusi DKI Jakarta terhadap total investasi nasional tercatat sebesar 14,24 persen dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 338.310 orang.
– Upaya Pemprov DKI: Memperkuat iklim investasi melalui simplifikasi perizinan, optimalisasi layanan Mal Pelayanan Publik, promosi investasi melalui Jakarta Investment Centre, serta peningkatan kolaborasi dengan dunia usaha.
Fiskal:
– Total APBD-P DKI Jakarta Tahun 2025: Tercatat sebesar Rp91,86 triliun.
– Pendapatan Daerah: Mengalami kenaikan signifikan dari Rp62,39 triliun pada Oktober menjadi Rp68,53 triliun per November 2025 atau 81,15 persen dari target pendapatan sebesar Rp84,45 triliun.
– Belanja Daerah: Meningkat dari Rp47,96 triliun menjadi Rp51,98 triliun, atau 60,46 persen dari target Rp85,97 triliun.
– Pengadaan Barang dan Jasa: Telah mencapai 95,34 persen dengan total 21.631 paket pengadaan yang telah dilaksanakan.
– Pembiayaan Daerah (Neto): Tercatat sebesar Rp3,64 triliun.
– Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA): Meningkat dari Rp18,08 triliun menjadi Rp20,09 triliun per 20 November 2025.
– Surplus Anggaran: Secara keseluruhan, posisi anggaran pada Oktober 2025 mencatatkan surplus sebesar Rp14,43 triliun.
Gubernur Pramono menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut menjadi dasar yang kuat bagi Pemprov DKI Jakarta dalam melanjutkan agenda pembangunan daerah. Pemprov DKI optimistis realisasi anggaran akan meningkat menjelang akhir tahun seiring percepatan pelaksanaan program dan kegiatan di seluruh perangkat daerah.
“Angka-angka ini memperlihatkan bahwa fundamental ekonomi Jakarta tetap kuat untuk mendorong program prioritas pembangunan Jakarta. Kami akan terus memastikan pengelolaan anggaran dilakukan secara efektif, transparan, dan berpihak pada kepentingan warga,” tutupnya. (Red/JS)
















