Example floating
Example floating
BeritaDaerahKesehatanPemerintahan

Pemkot Tikep Siap Bentuk Tim Satgas Awasi Corona Di Kelurahan/Desa

×

Pemkot Tikep Siap Bentuk Tim Satgas Awasi Corona Di Kelurahan/Desa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual. Net, Tidore. Setelah pending menetapkan LPMP sebagai lokasi karantina wilayah bagi masyarakat kota Tidore kepulauan yang baru pulang dari luar daerah yang diduga terjangkit corona akibat  tidak mendapat persetujuan dari masyarakat setempat. Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan kemudian mengambil langkah untuk mengembalikan proses karantina terhadap warga masyarakat yang baru pulang dari luar daerah untuk menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

Kendati demikian, Pemerintah daerah tidak menutup mata dengan persoalan tersebut, sehingga untuk mengawasi warga yang baru pulang dari luar daerah yang terjangkit corona, pemerintah daerah kota Tikep akan membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) untuk mengawasi Covid-19 di setiap kelurahan dan desa.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

“rencananya pada Senin, (30/3/20) kami akan melakukan rapat untuk dikeluarkannya SK walikota terkait dengan Satgas Kelurahan/Desa, jadi Tim ini nantinya terdiri dari para camat, Danramil, dan Kapolsek untuk mengawasi isolasi mandiri di setiap rumah-rumah warga yang berada di kelurahan dan desa, karena saat ini untuk penetapan lokasi LPMP sebagai lokasi karantina masih kami pending, untuk membentuk tim guna mensosialisakan masalah ini di kelurahan Rum agar masyarakat bisa memahami,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Tikep dr. Abdullah Maradjabessy saat dihubungi melalui telephone pada Minggu, (29/3/20).

Lebih lanjut, dr. Dula juga mengaku bahwa dalam pembentukan tim Satgas kelurahan Desa ini juga nantinya akan diawasi oleh pihak Kelurahan, RT/RW dan para bidan yang berada di setiap kelurahan dan Desa.

“Saat ini kami intens memantau warga masyarakat kota Tidore kepulauan baik yang datang dari luar daerah maupun dalam daerah yang nantinya akan menyampaikan keluhan. dan untuk jumlah warga yang melakukan isolasi mandiri akibat baru pulang dari luar daerah yang  sebanyak 519, sementara yang yang masuk dalam kategori Orang dalam pengawasan ODP sebanyak 29 orang.

Baca Juga :  Bising Mobil Berujung Berdarah: Pria Di Tompobulu Malakaji mala Diburu dan Ditikam Brutal di Depan Puskesmas

”Mereka yang baru pulang dari luar daerah ini memang tidak memiliki gejala, namun penting untuk kami lakukan pengawasan, jadi selama isolasi mandiri berlangsung di rumah masing-masing kemudian dalam perkembangan selama menjalani proses isolasi itu dan ada yang flu maka statusnya dinaikan menjadi Orang Dalam Pengawasan (ODP), dan kalau dalam perkembangan itu juga ada yang sesak nafas maka kami kategorikan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD),” tuturnya.

Senada disampaikan Wakil Walikota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, dia mengatakan dengan adanya upaya pemerintah untuk melakukan pencegahan dan pengawasan terhadap masyarakat, diharapkan masyarakat juga bisa bekerjasama dengan pemerintah untuk melawan corona dengan tetap menjaga kesehatan sebagaimana yang dianjurkan oleh pemerintah.

“intinya kita tidak boleh panik dalam menghadapi corona, sebab penyakit ini masih disembuhkan apabila sudah ada perwatan yang intens dari pihak Rumah Sakit, oleh karena itu bagi masyarakat yang mengalami gejala sampai pada level sesak napas maka segera melapor ke petugas satgas di kelurahan dan desa untuk ditindaklanjuti, sementara yang belum sampai pada level sesak napas maka diharapkan bisa menjaga kesehatan dengan baik agar daya tubuh tetap kuat,” tambahnya.

Reporter : Aswan Samsudin

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit