oleh

Pemilik Panti Pijat Wijaya EW di Jakarta Barat Kabur Saat Dibawa ke Wisma Atlet Kemayoran

Faktual.Net – Jakarta – Paska penggerebekan panti Pijat Wijaya di Jalan Duri Kepa Kebon Jeruk Jakarta Barat, petugas Panti sosial Bina Karya Wanita Harapan Mulia Kedoya melakukan tes swab untuk mencegah penularan covid-19.

Namun saat dibawa ke wisma atlet Kemayoran, pemilik Panti Pijat Wijaya EW (34) warga  Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk melarikan diri saat mau dibawa ke Wisma Atlet untuk dilakukan isolasi. Hal tersebut dibenarkan Kepala Panti Sosial Bina Karya Wanita Harapan Mulia Kedoya Susan J. Zulkifli saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/10/2020).

“Benar, EW melarikan diri di saat perjalanan menuju Wisma Atlit tepatnya di daerah Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat,” kata Susan.

Baca Juga :  20 Warga Semper Timur Pelanggar Prokes Diberi Sanksi

Susan juga mengatakan, sebelumnya pihaknya mendapat penyerahan 11 wanita penghibur, hasil operasi Yustisi Tiga Pilar Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada (27/9/2020) dini hari.

Dan langsung dilakukan rapid test dan hasilnya reaktif, sehingga dilakukan Swab tanggal (1/10/2020) bersama pihak Puskesmas. Tanggal (2/10/2020) hasil Swab dibawa ke Labkesda. Ternyata hasilnya pada tanggal (6/10/2020) satu wanita dinyatakan terkena HIV dan positif Covid-19 dan yang 8 dinyatakan  positif Covid-19. 2 dinyatakan negatif.

“Kita lakukan Swab ke semua pendatang baru, satu terinfeksi HIV juga positif Covid-19 dan 8 dinyatakan positif Covid-19,” jelasnya.

Lebih lanjut Susan menjelaskan, karena pihaknya takut warga binaan lainya tertular virus Corona, ia meminta bantuan ke pihak Puskesmas, agar mereka (warga binaan baru) yang terkena Covid-19 untuk dirujuk ke Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat.

Baca Juga :  20 Warga Semper Timur Pelanggar Prokes Diberi Sanksi

“Dengan melalui prosedur RT, RW, pada tanggal (8/10/2020) kita bawa mereka ke Wisma Atlit. Namun diperjalanan EW melarikan diri dengan membuka pintu samping mobil ambulan dan tidak terkejar petugas,” jelasnya.

Dirinya juga menambahkan, pengejaran EW, petugas dipertimbangkan, karena yang lain takutnya ikut melarikan diri. Karena di dalam mobil masih ada 7 orang yang positif Covid-19.

“Sampai saat ini belum diketahui keberadaannya EW,” tuturnya.

Reporter : Bintarsih

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :