
Faktual.Net, Jakarta utara- PenaatanTrotoar di DKI Jakarta bertujuan untuk menjadikan Kota Jakarta sebagai Jakarta Ramah Pejalan Kaki sehingga pengguna Trotoar merasa aman dan nyaman berjalan diatas trotoar.
Selayaknya fasilitas umum yang sudah dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menggunakan Miliyaran Uang Rakyat dijaga dan dirawat agar kelak semua merasakan keindahan , kerapian serta tertatanya Kota Jakarta.
Tapi pada pelaksanaan penataan kota
di Kawasan Taman Segitiga Jakarta Utara, Jalan Gorontalo Raya, Jalan Gadang. Jalan Gorontalo II, pekerjaannya di sangsingkan, pasalnya diduga material yang dipergunakan perlu disesuaikan dan uji kelayakan volume.

Hasil investigasi yang dilakukan oleh tim lsm dan pemerhati kinerja SKPD/UKPD Lsm Tipikor RI Robert Juntak dilokasi menyaksikan Kasie Trotar Sudin Bina Marga Jakarta utara(Jakut) Untung dan staf keliling memeriksa material Wiremesh Ulir yang 6 mm yang dipergunakan rencana pengecoran trotoar. tetapi disangsikan keberadaan Wiremesh ulir yang akan dipergunakan, karena diperkirakan Volumenya tidak 6 mm
“sesudah kami periksa dengan alat Ukur wiremesh ulir yang akan dipergunakan kami perkirakan adanya 5,5 mm,” terang Robert di lokasi pada kamis ( 16/9/2021).

Robert Juntak juga menjelaskan setelah pengukuran, besok harinya wiremesh ulir yang akan dipergunakan ditutupi plastik, dan diharapkan Untung sebagai kasie trotoar Sudin Bina Marga Jakut instruksi agar wiremesh ulir dikeluarkan dari lokasi dan untuk ngecor Readymix Trotoar agar yang 6 mm.
“sekarang besinya ditutup plastik,
dan untuk pengecoran selayaknya menggunakan K. 250 setebal 10 Cm dengan memakai Wiremesh Uli dengan memakai besi 6 mm, agar sesuai dengan anggaran kinteaknya,” ujarnya.

Hingga saat ini Kasie Trotoar Sudin Bina Marga Jakut dan kadis Bina Marga DKI Jakarta belum berkometar.(zul)













